Nasional

Ada Sesar Aktif Apa di Pacitan yang Menyebabkan Gempa Tektonik Magnitudo 6,4?

Oleh: Katarina Erlita Jumat 06 Feb 2026, 11:12 WIB
Ilustrasi Gempa Bumi. (Sumber: Pixabay/Angelo_Giordano)

AYOJAKARTA.COM - Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kembali diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 pada Jumat, 6 Februari 2026 dini hari.

Gempa tersebut berpusat di laut tenggara Kota Pacitan dengan kedalaman 58 kilometer dan bersumber dari zona megathrust Selatan Jawa.

Peristiwa ini memunculkan kembali pertanyaan publik soal sesar aktif apa saja yang memicu Pacitan kerap menjadi “langganan” gempa?

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan gempa terjadi akibat mekanisme pergerakan naik atau thrusting yang khas di zona subduksi megathrust.

Meski magnitudonya tergolong kuat, masyarakat diimbau bersyukur karena belum mencapai magnitudo 7,0 yang berpotensi memicu tsunami di pesisir selatan Jawa.

Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa ini tidak berpotensi tsunami dan hingga pukul 01.35 WIB belum terdeteksi gempa susulan.

Secara geografis, Pacitan berada di jalur seismik aktif selatan Pulau Jawa dan berdekatan dengan pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

Wilayah yang dikenal sebagai Kota 1001 Goa ini memiliki banyak teluk dan pantai sempit, kondisi yang secara teoritis dapat memperkuat gelombang tsunami bila terjadi gempa besar.

Catatan sejarah BMKG menunjukkan Pacitan pernah dilanda tsunami pascagempa besar pada 4 Januari 1840 dan 20 Oktober 1859.

Pakar Gempa Bumi UGM, Ir. Gayatri Indah Marliyani, menjelaskan bahwa sebagian gempa yang terjadi di Pacitan tergolong gempa intraslab, yakni gempa yang bersumber dari deformasi lempeng samudra Indo-Australia yang tersubduksi.

“Deformasi terjadi karena lempeng terus terdorong ke dalam, sehingga berubah bentuk dan bergeser, lalu memicu gempa,” ujar Gayatri Indah Marliyani, dilansir dari geologi.ugm.ac.id.

Selain pengaruh megathrust, BMKG mengungkap Pacitan juga dipengaruhi oleh keberadaan sesar aktif dasar laut di lepas pantai selatan.

Tercatat setidaknya terdapat tiga sesar dasar laut aktif yang menjadi faktor dominan tingginya aktivitas seismik di wilayah tersebut.

Dalam satu bulan terakhir saja, Pacitan telah mengalami enam kali gempa dengan magnitudo bervariasi.

Data BPBD Jawa Timur mencatat dampak fisik gempa terbaru berupa satu rumah rusak berat di Pacitan serta beberapa rumah rusak ringan di Wonogiri, Bantul, dan Sleman.

Guncangan dirasakan kuat di Pacitan, Bantul, dan Sleman (IV MMI), serta ringan hingga sedang di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

BMKG menegaskan tidak semua gempa di Pacitan berkaitan langsung dengan megathrust.

Aktivitas sesar lokal dan deformasi batuan di dalam lempeng juga berperan besar.

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada, memahami mitigasi gempa, dan menyadari bahwa Pacitan berada di kawasan tektonik aktif yang sewaktu-waktu dapat kembali berguncang.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita