AYOJAKARTA.COM - Menjelang peluncuran resmi bahan bakar jerami di Timor Leste, Bobibos justru menghadapi fenomena tak biasa yaitu serangan buzzer di media sosial.
Isu ini mencuat setelah Bobibos mengunggah pernyataan resmi melalui Instagram Story pada Kamis, 5 Februari 2026, terkait maraknya akun anonim yang menyebarkan narasi kebencian dan hoaks di kolom komentar pendukung Bobibos.
Dalam unggahannya, Bobibos menyoroti pola akun yang mencurigakan. “Ada akun rajin anget counter orang-orang yang dukung kami dengan narasi kebencian dan hoaks. Pas dicek, postingan nol, followers nol,” tulis Bobibos.
Fenomena ini muncul di tengah momentum penting proyek, memicu spekulasi bahwa serangan buzzer terjadi seiring meningkatnya eksposur publik terhadap realisasi proyek energi alternatif tersebut.
Serangan digital ini terjadi bersamaan dengan bukti nyata keseriusan Bobibos di lapangan.
Terbaru, lokasi SPBU Bobibos di Timor Leste sudah muncul dan dapat ditemukan di Google Maps.
Kemunculan titik lokasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Bobibos telah memasuki tahap akhir menjelang launching bahan bakar berbasis jerami yang ditargetkan berlangsung pada Februari 2026.
Berdasarkan pantauan, lokasi SPBU Bobibos terhubung langsung dengan area fasilitas produksi bio manufaktur.
Hal ini memperkuat narasi bahwa Bobibos tidak lagi berada di tahap konsep atau wacana, melainkan sudah membangun infrastruktur fisik sebagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum pertama di dunia berbasis jerami.
Sebelumnya, tim engineer Bobibos Indonesia telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan SPBU di Timor Leste pada 30 Januari 2026.
Dari video yang diunggah di YouTube, terlihat bangunan SPBU yang disiapkan sekaligus menjadi lokasi peluncuran perdana.
Agenda ini bahkan dijadwalkan akan dihadiri Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao, sebagai bentuk dukungan pemerintah setempat.
Di sisi produksi, Bobibos juga memacu kesiapan pabrik bio manufaktur. Proses teknis seperti crushing dan powdering jerami kering hingga persiapan fermentasi dengan serum khusus terus disempurnakan.
Pihak Bobibos memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana demi menjaga kualitas bahan bakar yang diklaim setara RON 98, rendah emisi, dan aman.
Riset mandiri selama 10 tahun menjadi fondasi inovasi Bobibos, yang merupakan akronim dari Bahan Bakar Orisinil Buatan Indonesia Bos.
Ironisnya, di tengah kemajuan tersebut, produk ini justru belum bisa dipasarkan di Indonesia akibat kendala teknis pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat.
Serangan buzzer yang muncul menjelang launching dinilai banyak pihak sebagai “ujian klasik” bagi inovasi yang mulai nyata.
Namun dengan dukungan regulasi Timor Leste, alokasi 25 ribu hektare lahan jerami, serta infrastruktur yang kian terlihat, Bobibos tampaknya memilih menjawab kebisingan digital dengan kerja nyata di lapangan.***
Share this article
Jelang peluncuran BBM jerami di Timor Leste, Bobibos diserang hoaks oleh buzzer anonim. Meski begitu, progres fisik tetap jalan dengan SPBU yang siap di Google Maps dan dukungan PM Xanana Gusmao.