Nasional

Bobibos Beri Bocoran Soal Proses Penting dalam Pembuatan Bahan Bakar Ramah Lingkungan dari Jerami

Oleh: Katarina Erlita Minggu 15 Feb 2026, 15:56 WIB
Bobibos, Bahan Bakar Ramah Lingkungan dari Jerami. (Sumber: Instagram.com/@bobibos_)

AYOJAKARTA.COM - Inovasi energi hijau berbasis jerami kembali mencuri perhatian publik.

Bobibos secara resmi mengumumkan bahwa proyek bio manufaktur yang mereka bangun di Timor Leste telah rampung secara konstruksi dan siap memasuki tahap peluncuran pada Februari 2026.

Kabar tersebut disampaikan langsung melalui unggahan di Instagram pada Sabtu (14/2/2026).

Dalam unggahan itu, manajemen Bobibos mengungkapkan bahwa tim engineer mereka telah menyelesaikan pembangunan fasilitas bio manufaktur setelah menempuh perjalanan ribuan kilometer dan meninggalkan keluarga selama berminggu-minggu.

Bobibos menegaskan bahwa seluruh proses produksi dijalankan dengan prinsip zero waste, tanpa menyisakan limbah.

Bio manufaktur telah dilengkapi air bersih sesuai standar operasional, sistem blower untuk menjaga kestabilan suhu, serta puluhan tong yang disiapkan untuk proses paling krusial, yakni enzimatis.

Proses enzimatis menjadi jantung dari teknologi Bobibos. Pada tahap ini, powder jerami dicampur dengan serum khusus untuk memodifikasi sifat fisika dan kimia bahan organik.

Metode ini memungkinkan konversi jerami menjadi cairan organik bernilai tinggi tanpa proses hidrogenasi yang berisiko menghasilkan lemak trans. Bobibos mengklaim pendekatan ini lebih ramah lingkungan dan efisien.

Setelah melalui proses enzimatis, cairan organik yang dihasilkan dikumpulkan dan selanjutnya “dimasak” menggunakan mesin-mesin khusus yang saat ini masih dalam proses pengiriman dari Indonesia.

Mesin inilah yang akan mengubah cairan tersebut menjadi bahan bakar Bobibos dalam bentuk bensin dan solar.

Menariknya, sisa hasil proses produksi tidak dibuang. Cairan sisa enzimatik ditampung di toren untuk diolah menjadi pupuk organik bagi petani, sementara residu jerami dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Langkah ini memperkuat posisi Bobibos sebagai inovasi bioenergi yang terintegrasi dengan sektor pertanian dan peternakan.

Bobibos menyebutkan bahwa saat ini tim hanya tinggal menunggu kedatangan kontainer berisi mesin pengolah utama. Setelah itu, tahap akhir menuju peluncuran resmi akan segera dilakukan.

"Alhamdulillah persiapan bio manufaktur Bobibos Timor Leste berjalan lancar. Kami bekerja dengan prinsip zero waste tidak ada limbah yang dibuang," tulis pihak pengelola Bobibos di media sosial Instagram.

"Tapi kontainer berisi mesin pengolah belum bisa dirilis sekarang. Tunggu kejutan dari kami," sambungnya lagi.

Meski belum mengungkap jadwal distribusi secara rinci, Bobibos memastikan energi murah dan ramah lingkungan ini segera dapat dinikmati masyarakat Timor Leste.

Kehadiran Bobibos di negara tetangga menjadi sinyal kuat bahwa bahan bakar nabati berbasis jerami memiliki masa depan cerah.

Di tengah krisis energi global dan tuntutan transisi menuju energi bersih, inovasi ini berpotensi menjadi solusi alternatif yang berkelanjutan, terjangkau, dan berpihak pada lingkungan serta masyarakat.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita