AYOJAKARTA.COM - Pencetus bahan bakar ramah lingkungan yang berasal dari jerami, Bobibos terus bersiap untuk melakukan launching di Timor Leste.
Agenda launching Bobibos di Timor Leste ditargetkan terlaksana pada Februari 2026 ini.
Perusahaan energi terbarukan asal Indonesia itu diketahui telah membangun sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di sana.
Di SPBU itulah nanti launching Bobibos akan dilangsungkan. Tak main-main, acara penting tersebut akan dihadiri langsung oleh Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao.
Kehadiran orang nomor satu di negara berjuluk Bumi Dua Matahari itu menjadi bukti keseriusan pemerintah Timor Leste terhadap energi terbarukan.
Bukan tanpa sebab, negara dengan sistem pemerintahan semi-presidensial itu memang sedang mengalami krisis energi.
Pasalnya, lagadang migas Bayu Undan yang selama ini jadi sumber pendapatan negara telah resmi berproduksi sejak Juni 2025 karena cadangan minyaknya menipis.
Sontak hal itu berdampak langsung pada keuangan negara, sebab sekitar 90 persen pendapatan Timor Leste berasal dari migas.
Berdasarkan laporan dari pengamat ekonomi, Bennix, pendapatan negara tersebut kini anjlok lebih dari 90 persen menjadi hanya sekitar USD 6 juta, dari yang sebelumnya 86 juta USD.
“Negara ini sebentar lagi bakal bangkrut dan terancam jadi negara paling miskin di Asia. Penghasilan negara turun 90 persen karena sumur minyaknya kering. Ini tragedi ekonomi. Kalau hitungannya sederhana, dana itu bisa habis dalam 7 sampai 8 tahun,” ujar Bennix di chanel Youtubenya.
Di tengah ancaman krisis energi dan fiskal tersebut, Bobibos hadir sebagai angin segar.
Sebab tak lama lagi masyarakat Timor Leste bisa menikmati bahan bakar ramah lingkungan yang diklaim setara dengan RON 98 dan digadang-gadang akan dijual dengan harga murah.
Maka tidak heran jika pemerintah setempat memberikan dukungan penuh terhadap produksi energi terbarukan yang berada di bawah naungan PT Inti Sinergi Formula itu.
Sebagai bentuk komitmen serius, Timor Leste menjanjikan penyusunan regulasi khusus, dukungan investasi, serta fasilitas produksi berupa pabrik dan kawasan pergudangan seluas sekitar tiga hektare.
Kini launching Bobibos di negara tetangga sudah semakin dekat. Teranyar, founder Bobibos, Muhammad Ikhlas Thamrin, memberikan update di instastory Instagram pada Senin, 9 Februari 2026.
Dalam postingan tersebut diperlihatkan tangkapan layar ketika Thamrin melakukan rapat dengan sejumlah tokoh.
"Rapat persiapan keguatan di Timor Leste," tulisnya di akun Instagram resmi Bobibos.***
Share this article
Bobibos, startup bahan bakar jerami asal RI, siap launching di Timor Leste pada Februari 2026. Didukung PM Xanana Gusmao, solusi ini hadir di tengah krisis energi dan anjloknya pendapatan migas mereka