Nasional

Kepala SPPG Citeureup Minta Maaf, Akui Lalai Sajikan MBG Bau Ketiak ke Pelajar SMP Bandung

Oleh: Katarina Erlita Kamis 09 Apr 2026, 19:26 WIB
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). (Sumber: AYOBANDUNG.COM)

AYOJAKARTA.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan makanan tidak layak konsumsi yang dibagikan kepada siswa di SMPN 1 Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Insiden ini viral di media sosial setelah sejumlah siswa mengeluhkan aroma tak sedap dari makanan yang diterima, bahkan menyebutnya “bau ketiak”.

Kasus ini mencuat dari video yang beredar di grup WhatsApp warga dan kemudian menyebar luas di platform media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat para siswa mengembalikan paket makanan MBG karena tidak tahan dengan bau yang muncul dari menu yang disajikan.

Kronologi Dugaan Makanan Tak Layak Konsumsi

Berdasarkan informasi di lapangan, menu MBG yang dibagikan saat kejadian terdiri dari nasi putih, ayam rendang, tempe orek, acar timun wortel, serta buah melon.

Program ini diketahui menyasar hingga 2.874 penerima manfaat, termasuk pelajar dan masyarakat melalui layanan posyandu.

Namun, kualitas makanan tersebut dipertanyakan setelah banyak siswa mengeluh.

Aroma tidak sedap menjadi indikator utama dugaan bahwa makanan tidak lagi dalam kondisi layak konsumsi.

Sidak Dapur SPPG dan Temuan Awal

Menindaklanjuti kejadian ini, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Dayeuhkolot langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citeureup.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan.

Langkah ini bertujuan memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan benar-benar diterapkan.

Kapolsek Dayeuhkolot, AKP Triyono Raharja, mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya juga telah menerima laporan serupa dari masyarakat terkait kualitas makanan MBG di wilayah tersebut.

Namun, insiden kali ini menjadi perhatian besar karena melibatkan aksi penolakan langsung dari siswa.

Permintaan Maaf dan Komitmen Perbaikan

Pasca viralnya kasus ini, Kepala SPPG Citeureup, Putra Angga, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat.

Ia mengakui adanya kelalaian dalam menjaga kualitas makanan yang didistribusikan.

Dalam pernyataannya, Putra Angga menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.

Ia juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk perbaikan sistem kebersihan dan manajemen dapur.

"Saya Putra Angga selaku Kepala SPPG Desa Citeurep menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh penerima manfaat atas kegaduhan yang terjadi sehingga menimbulkan keramaian di sosial media," ujar Putra Angga di media sosial.

"Kami menyadari bahwa hal tersebut telah menganggu kenyamanan kegiatan belajar mengajar. Untuk itu kami bertanggung jawab penuh dan berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan serta penanganan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali," sambungnya lagi.

"Langkah-langkah evaluasi dan pembenahan sistem kebersihan, serta pengelolaan dapur saat ini sedang kami lakukan sebagai bentuk keseriusan kami dalam menjaga kualitas layanan. Demikian permohonan maaf ini kami sampaikan," pungkasnya. ***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita