AYOJAKARTA.COM - Isu pengadaan motor listrik untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah ramai diperbincangkan.
Video viral di media sosial menyebutkan adanya puluhan ribu unit motor listrik dengan harga fantastis untuk mendukung distribusi program tersebut. Namun, fakta di lapangan menunjukkan ada sejumlah hal yang perlu diluruskan.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa motor listrik tersebut memang disiapkan untuk menunjang operasional program MBG, khususnya bagi petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Namun, jumlah unit yang tersedia tidak mencapai 70.000 seperti yang beredar, melainkan sekitar 21.801 unit dari total pesanan 25.000 unit.
Spesifikasi Motor Listrik untuk MBG
Motor listrik yang dikaitkan dengan program MBG diduga merupakan model EMMO JVX GT.
Motor ini memiliki desain bergaya trail, mirip dengan kendaraan off-road, sehingga cocok digunakan di berbagai medan distribusi. Beberapa spesifikasi unggulannya antara lain:
- Tenaga motor mencapai 7.000 watt
- Jarak tempuh hingga 70 km
- Baterai 72V 31Ah (bisa menggunakan dua baterai)
- Fitur fast charging (30% ke 80% hanya 1 jam)
- Panel instrumen digital modern
- Rem cakram depan dan belakang
Dengan kemampuan tersebut, motor ini dinilai cukup mumpuni untuk mendukung mobilitas petugas dalam mendistribusikan makanan ke berbagai wilayah.
Harga Motor Listrik Jadi Sorotan
Harga motor listrik ini menjadi perbincangan karena dinilai cukup tinggi.
Berdasarkan informasi dari PT Yasa Artha Trimanunggal, harga motor listrik berada di kisaran Rp48 juta hingga Rp56 juta per unit, tergantung tipe.
Jika benar digunakan dalam jumlah besar, potensi anggaran yang dibutuhkan memang sangat signifikan.
Namun, pemerintah menegaskan bahwa pengadaan ini sudah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025 dan masih dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN).
Keunggulan Motor Listrik untuk Program MBG
Terlepas dari polemik harga, penggunaan motor listrik memiliki sejumlah keunggulan strategis:
- Ramah lingkungan: Tidak menghasilkan emisi gas buang
- Efisiensi operasional: Biaya listrik lebih murah dibanding bahan bakar
- Perawatan lebih sederhana: Minim komponen mesin konvensional
- Mobilitas tinggi: Cocok untuk distribusi di area padat maupun terpencil
Keunggulan ini menjadikan motor listrik sebagai solusi logistik yang modern untuk program berskala nasional seperti MBG.
BGN menegaskan bahwa motor listrik tersebut belum didistribusikan dan masih melalui proses administrasi.
Selain itu, jumlah unit yang beredar di media sosial juga tidak sesuai dengan data resmi.
Pengadaan motor listrik untuk MBG mendapatkan kritik keras dari publik. Pasalnya saat ini pemerintah meminta rakyat Indonesia untuk berhemat demi efisiensi anggaran.
Akan tetapi pembelian motor listrik dengan harga fantastis ini justru dinilai sebagai bentuk menghambur-hamburkan uang rakyat.***

Share this article
Pemerintah siapkan 21.801 motor listrik (Rp48-56 juta/unit) untuk operasional program Makan Bergizi Gratis. Meski dinilai efisien dan ramah lingkungan, pengadaan ini dikritik karena boros anggaran.