Nasional

Bukan Sekadar Jual BBM, Mengintip Model Bisnis 'Tech-Provider' Bobibos yang Siap Merambah Norwegia

Oleh: Katarina Erlita Jumat 10 Apr 2026, 19:37 WIB
Bobibos, Bahan Bakar Ramah Lingkungan dari Jerami. (Sumber: Instagram.com/@bobibos_)

AYOJAKARTA.COM - Inovasi bahan bakar nabati berbasis jerami, Bobibos, kembali menjadi sorotan.

Bukan hanya karena potensinya sebagai energi alternatif ramah lingkungan, tetapi juga karena model bisnis unik yang diusungnya.

Alih-alih sekadar menjual bahan bakar, Bobibos kini mengadopsi pendekatan sebagai penyedia teknologi atau tech provider, sebuah strategi yang membuka jalan ekspansi global hingga ke Eropa.

Langkah awal konkret terlihat dari keputusan produksi massal di Timor Leste pada April 2026.

Keputusan ini memunculkan pertanyaan besar, mengapa tidak dimulai dari Indonesia? Jawabannya terletak pada efisiensi model bisnis dan dukungan ekosistem.

Pembina Bobibos, Mulyadi, menjelaskan bahwa skema kerja sama di Timor Leste memungkinkan implementasi yang lebih cepat dan terstruktur.

Dalam kerja sama tersebut, Bobibos hanya memegang 49% saham, sementara 51% dimiliki oleh perusahaan lokal yang direkomendasikan pemerintah setempat.

“Model ini membuat kita fokus pada teknologi dan mesin produksi, sementara mitra lokal menyiapkan infrastruktur seperti pabrik, gudang, hingga lahan,” jelas Mulyadi.

Pendekatan ini mencerminkan transformasi Bobibos dari produsen bahan bakar menjadi penyedia solusi teknologi energi.

Dengan demikian, investasi yang dikeluarkan menjadi lebih efisien, karena kebutuhan infrastruktur ditanggung oleh mitra lokal.

Selain itu, pemerintah Timor Leste juga telah menyiapkan dukungan distribusi, termasuk pembangunan SPBU yang disesuaikan dengan target produksi. Hal ini mempercepat proses hilirisasi dan distribusi produk ke pasar.

Dari sisi tenaga kerja, Bobibos hanya mengirim tenaga ahli sesuai kebutuhan teknis.

Sementara itu, operasional di lapangan sepenuhnya dikelola oleh masyarakat lokal.

Strategi ini tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga meningkatkan penerimaan sosial terhadap proyek.

Menariknya, model tech-provider ini tidak berhenti di Timor Leste. Bobibos berencana memperluas kerja sama ke sejumlah negara seperti Vietnam, Malaysia, hingga Norwegia.

Pola kerja samanya tetap sama, yakni mayoritas saham dipegang mitra lokal, sementara Bobibos fokus pada teknologi.

Strategi ini dinilai sebagai langkah cerdas dalam menghadapi tantangan global energi.

Dengan menjadi penyedia teknologi, Bobibos tidak terbebani investasi besar di setiap negara, namun tetap mendapatkan nilai dari lisensi dan penggunaan teknologinya.

Di tengah dorongan global terhadap energi terbarukan, pendekatan ini membuka peluang besar.

Bobibos tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun ekosistem energi berbasis kolaborasi lintas negara.

Jika berhasil, model bisnis ini berpotensi menjadikan Bobibos sebagai pemain global di sektor energi terbarukan, bukan hanya dari Indonesia, tetapi untuk dunia.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita