Nasional

Wacana Reshufle Kabinet di Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto Semakin Menguat, Analis Politik Ungkap Variabelnya!

Oleh: Karseno AJ Rabu 11 Jun 2025, 17:53 WIB
Wacana Reshufle Kabinet di Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto Semakin Menguat, Analis Politik Ungkap Variabelnya!

AYOJAKARTA.COM – Meski belum sepenuhnya terwujud, wacana pergantian menteri atau Reshufle di kabinet Presiden Prabowo Subianto mulai semakin mengerucut.

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu terkait keinginan untuk memberantas Benalu, ditengarai oleh sebagian pihak sebagai rencana Reshufle.

Prediksi akan dilakukannya Resufle atau perombakan kabinet di jajaran kementerian Presiden Prabowo Subianto juga didasarkan pada dinamika di sejumlah instansi.

Baca Juga: Calon KPM Bansos PKH dan BPNT Wajib Membaca, Inilah yang Harus Dipahami Sebelum Bertanya Kapan Bantuan Diterima

Penempatan sejumlah orang-orang yang diduga merupakan bagian dari dalam lingkaran Prabowo di sejumlah kementerian, juga disebut sebagai indikasi.

Geliat lain yang juga dapat diartikulasikan sebagai gejala perombakan kabinet adalah bahasa tubuh Presiden Prabowo dan Megawati saat menghadiri acara Hari Lahir Pancasila.

Pernyataan analisis terkait kemungkinan akan terjadinya perombakan di pemerintahan Presiden Prabowo tersebut, disampaikan Syahganda Nainggolan.

Menurut salah satu tokoh sentral dalam gerakan reformasi 98 yang kini menduduki jabatan Ketua Dewan Direktur Great Institute, potensi terjadinya reshfle sangat mungkin terjadi.

Baca Juga: Profil Lengkap Sherly Tjoanda: Gubernur Maluku Utara yang Dijodohkan dengan Dedi Mulyadi

Sebelumnya, Syahganda juga melihat keterlibatan AHY saat mendampingi Perdana Menteri Tiongkok dan perpindahan kantor Wapres juga dapat dijadikan sebagai sinyal-sinyal politik.

Memiliki latar belakang militer, Syahganda menilai Presiden Prabowo memiliki lebih banyak informasi penting yang berkaitan dengan kondisi negara.

Sosok Megawati Soekarnoputri, menurut Syahganda merupakan representasi kekuatan besar di Indonesia yang sedang merasa dikhianati oleh kader dan keluarganya.

Sementara Try Soetrisno, sebagaimana telah diketahui publik merupakan salah satu perwira militer sekaligus kelompok yang menghendaki pemakzulan Gibran Rakabuming.

Baca Juga: Update Terbaru Hasil Cek Saldo PKH dan BPNT Tahap 2 pada 11 Juni 2025, Sudah Masuk atau Masih Nihil?

“Acara 1 Juni kemarin memang menunjukkan bahasa tubuh yang secara simbolik Presiden Prabowo lebih dekat kepada Ibu Mega dan Pak Try,” ujarnya.

Dekatnya Presiden Prabowo Subianto kepada kedua tokoh tersebut, meurpakan sinyal politik yang dapat diterjemahkan sebagai sebuah upaya mengkonsolidasikan kekuatan.

Guna mencapai titik keseimbangan yang lebih fungsional, Syahganda menilai Presiden Prabowo perlu menata ulang energi politiknya untuk jangka panjang.

Bukan hanya datang dari bentuk ketersediaan uang, Presiden Prabowo menurut Syahganda juga membutuhkan dukungan dari rakyat, tentara serta partai politik.

Baca Juga: Jawaban Santai Dedi Mulyadi Usai Dilaporkan ke Bareskrim soal Kebijakan Siswa Bermasalah Masuk Barak Militer: Silakan saja

Terjadinya sinergitas antara Presiden Prabowo dengan Megawati dan pensiunan TNI, menurut Syahganda akan berdampak melemahnya kekuatan Gibran di pemerintahan.

Terbatasnya penurunan terhadap signifikansi Gibran Rakabuming di dalam pemerintahan Presiden Prabowo, merupakan sinyal perlawanan terhadap isu Matahari Kembar.

Untuk memastikan tidak adanya dualisme kepemimpinan dalam pemerintahan Presiden Prabowo, menurut Syahganda perlu dilakukan dengan mendominasi seluruh kementerian.

“Matahari itu tidak bisa dua, matahari kan hanya ada satu,” jelasnya seperti dikutip Ayojakarta dari kanal Youtube Forum Keadilan TV. ***

Baca Juga: Infinix HOT 60i Segera Hadir: Calon HP Terlaris Harga Rp1 Jutaan? Intip Bocoran Spesifikasinya

Reporter Karseno AJ
Editor Katarina Erlita