Nasional

Kementerian Sosial Buka Rekrutmen Guru untuk 63 Sekolah Rakyat, Pendaftaran Tutup 20 Mei 2025

Oleh: Fina Salsabila Aura Senin 19 Mei 2025, 09:11 WIB
Kementerian Sosial Buka Rekrutmen Guru untuk 63 Sekolah Rakyat, Pendaftaran Tutup 20 Mei 2025

AYOJAKARTA.COM - Kementerian Sosial Republik Indonesia telah mengeluarkan surat edaran tertanggal 14 Mei 2025 dengan nomor surat 140 8 G 1 hm.01.03.5 5 2025 terkait rekrutmen guru dan tenaga kependidikan untuk program Sekolah Rakyat.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengumumkan adanya penambahan 10 titik lokasi baru, sehingga total lokasi Sekolah Rakyat menjadi 63 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk tahun ajaran 2025-2026.

Program ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem yang ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: 8 Alasan Siswa Jawa Barat Betah di Barak Militer, Program Dedi Mulyadi Terbukti Sukses

Persyaratan rekrutmen meliputi kualifikasi lulusan sarjana S1 atau Diploma 4 dengan IPK minimal 3,0, memiliki sertifikat pendidik atau kemampuan profesional sesuai kebutuhan jabatan, serta mampu berbahasa Inggris dan/atau bahasa asing lainnya secara aktif maupun pasif.

Pendaftaran ditutup pada tanggal 20 Mei 2025, dan hasil rekrutmen diharapkan sudah diterima di sekretariat bersama Sekolah Rakyat dengan alamat gedung Kementerian Sosial Jalan Salim Baraya atau melalui link menos.gdo.id.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Kementerian Pendidikan Dasar Menengah yang dipimpin oleh Abdul Mu'ti, Kementerian Agama yang dipimpin oleh Nasaruddin Umar, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang dipimpin oleh Rini Widyantini, serta Kementerian Sosial di bawah pimpinan Gus Ipul, mekanisme pemenuhan guru dan tenaga kependidikan dapat dilakukan melalui dua pilihan utama.

Pilihan pertama adalah retribusi ASN PNS atau mekanisme prioritas, dan pilihan kedua adalah pemanfaatan ASN P3K paruh waktu untuk menjadi penuh waktu.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha Punya Hikmah Mendalam, Cari Tau Filosofi Dibalik Ibadah Kurban

Proses seleksi akan dilanjutkan dengan tes tambahan berupa tes psikologi, tesel, dan tes wawancara bagi calon yang lolos tahap awal.

Dalam proses rekrutmen ini, diutamakan guru dan tenaga kependidikan yang berdomisili berdekatan dengan lokasi Sekolah Rakyat untuk memudahkan mobilitas dan pemahaman terhadap kondisi sosial budaya setempat.

Program Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai sekolah berasrama (boarding school) yang mencakup jenjang pendidikan dari SD hingga SMA.

Khusus untuk golongan ekonomi paling bawah, yaitu mereka yang termasuk dalam desil 9-10, dengan tujuan memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia.

Baca Juga: Umur Berapa Kamu Tau Manfaat Luar Biasa Kalau Konsumsi Semangka Gak Cuma Buahnya, Bijinya Juga Kaya Manfaat

Presiden Prabowo Subianto telah mencanangkan pembukaan 200 Sekolah Rakyat berasrama yang dikhususkan untuk siswa dari keluarga dengan ekonomi paling bawah.

"Anak orang miskin, eh iya bapaknya miskin ibunya miskin, anaknya tidak boleh miskin apalagi cucunya. Anaknya kita sekolahkan keluar dan dia nanti akan angkat orang tuanya keluar dari kemiskinan. That is our strategy. We are ambitious. Kita berpikir besar, grand, karena Indonesia besar. Kalau kita berpikir kecil, kalau kita berhati kecil, hasilnya tidak," demikian pernyataan Presiden Prabowo terkait program ini.

Beliau juga menjelaskan bahwa satu sekolah diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar 150 miliar rupiah, dengan pembagian tugas dimana pemerintah pusat akan membangun sekolahnya, sementara pemerintah daerah diminta menyiapkan lahan seluas minimal 5 hektar, idealnya 20 hektar.

"Wah bupati-bupati mau ya kan karena dia tahu ini akan bantu rakyat dia yang paling bawah," tambah Presiden Prabowo.

Baca Juga: Ketua DPRD Jabar Minta PDIP Tidak Terlalu Reaktif Terhadap Pidato Gubernur KDM

Keunggulan Sekolah Rakyat ini adalah sistem berasrama dimana siswa akan mendapatkan makanan tiga kali sehari, berbeda dengan sekolah umum yang hanya menyediakan satu kali makan.

"Anak yang paling bawah ini dia berasrama dia akan makan tiga kali. Dia akan hidup di alam yang tertib. Kita didik supaya dia confident. Jangan kamu merasa inferior. Masa depanmu kamu enggak boleh patah oleh keadaan. So we have to do that. We have to intervene. Kita harus berani," tegas Presiden Prabowo Subianto dalam penjelasannya tentang konsep Sekolah Rakyat.***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Katarina Erlita