AYOJAKARTA.COM - Program Pendidikan Militer yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mulai membuahkan hasil.
Selama 14 hari, sebanyak 39 pelajar telah mengikuti pelatihan pendidikan berkarakter bela negara di Markas Resimen Armed 1/Sthira Yudha Purwakarta, dan akhirnya dipulangkan dengan suasana penuh haru.
Para siswa yang sebelumnya dikenal sering tawuran dan bolos sekolah, kini menunjukkan perubahan sikap menjadi lebih disiplin dan sopan.
Baca Juga: Drakor Crushology 101 Dinilai Gagal Total, Episode Terakhir Dapat Rating Nol Persen!
Upacara penutupan di bawah terik matahari dihadiri oleh Bupati Purwakarta dan Gubernur Jawa Barat, dengan sorotan pada perubahan positif para peserta.
Program ini tidak hanya melatih fisik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan komitmen pribadi, serta diawasi oleh KPAID untuk memastikan tidak ada unsur paksaan.
Meski pelatihan selesai, pembinaan akan berlanjut dua minggu lagi, dan seleksi peserta ke depan akan diperketat dengan rekomendasi sekolah, orang tua, dan asesmen psikologis.
Di acara penutupan itu, anak-anak mengaku betah menjalani pendidikan militer di Markas Resimen Armed 1/Sthira Yudha Purwakarta. Dedi Mulyadi pun mengungkapkan delapan alasan yang membuat para siswa itu merasa betah.
Baca Juga: Sengkarut Kasus Ijazah Jokowi Berlanjut, Hasil Uji Forensik Jadi Kunci Kepastian Hukum
"Ini kan pendidikannya enam bulan, jadi sekarang pulang dulu ke rumah nanti di monitoring. Kalian ceritakan secara terbuka apa yang kamu alami selama di sini," ujar Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa KDM itu dalam video yang diunggah ke chanel YouTube-nya pada Minggu, 18 Mei 2025.
Selanjutnya, KDM mengungkap delapan hak yang didapatkan anak-anak selama menjalani pendidikan militer. Kedelapan hak itulah yang membuat anak-anak merasa betah. Berikut rinciannya.
- Hak bermain
- Hak terbebas dari motor,
- Hak terbebas dari HP
- Hak mendapat tidur yang cukup
- Hak mendapat gizi yang cukup
- Hak olahraga
- Hak ibadah
- Hak belajar.
"Seluruhnya diberikan di barak militer, dimana sebelumnya kalian tidak mendapatkan hak-hak itu. Bener gak?" ucap Dedi Mulyadi. "Siap benar!" jawab anak-anak secara serempak.
Baca Juga: Hari Raya Idul Adha Punya Hikmah Mendalam, Cari Tau Filosofi Dibalik Ibadah Kurban
Meski sudah mulai menuai hasil manis, upaya KDM dalam melangsungkan program pendidikan militer ini bukan tanpa halangan.
Teranyar, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut adanya praktik intimidasi terhadap siswa dalam pelaksanaan program barak militer.
Akan tetapi Dedi Mulyadi membantahnya dengan tegas. Dia memastikan apa yang disampaikan KPAI terkait ancaman agar pelajar tidak naik kelas jika menolak masuk barak militer tidaklah benar.***

Share this article
Program bela negara Jabar ubah 39 pelajar nakal jadi disiplin & sopan. Dedi Mulyadi pastikan hak anak terpenuhi & tak ada paksaan.