Nasional

Hasan Nasbi Hengkang dari Istana, Kontroversi Kepala Babi Jadi Sebab Pengunduran Diri?

Oleh: Asti Aureli Septania Selasa 29 Apr 2025, 15:40 WIB
Hasan Nasbi resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO) pada 21 April 2025.

AYOJAKARTA.COMHasan Nasbi resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO) pada 21 April 2025 setelah delapan bulan menjabat.

Dia menegaskan keputusan mundur ini bukanlah keputusan impulsif atau emosional, melainkan hasil pertimbangan matang demi memberikan kesempatan kepada figur baru yang lebih layak untuk mengisi posisi tersebut demi kelancaran komunikasi pemerintah ke depan.

Alasan Hasan mengundurkan diri karena ada persoalan yang sudah di luar kemampuannya untuk diatasi.

Surat pengunduran dirinya telah resmi disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet.

Baca Juga: Respon Istana soal Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional: Bagus, Itu sangat Wajar

Meskipun sempat beredar kabar pengunduran dirinya sebelumnya yang dibantah, akhirnya Hasan benar-benar mundur dan menyatakan permohonan maaf jika selama menjabat belum memenuhi harapan Presiden.

Pengunduran diri ini juga terkait dengan arahan Presiden Prabowo agar seluruh anggota kabinet menyampaikan komunikasi yang jelas, tidak multitafsir, serta penuh simpati dan empati kepada public.

Hingga kini, alasan utama pengunduran diri Hasan Nasbi ini belum diungkap secara terbuka.

Sebelumnya, Hasan Hasbi pernah tuai sorotan terkait responnya terhadap terror kiriman kepala babi kepada jurnalis Tempo.

Baca Juga: Brian Yuliarto Jadi Mendikti Saintek Baru Gantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro, Pihak Istana Ungkap Alasannya

Pernyataan Hasan Nasbi menciptakan kontroversi yang dianggap meremehkan insiden teror kiriman kepala babi kepada jurnalis Tempo, Fransisca Christy Rosana, pada Maret 2025.

Saat dimintai tanggapan sebagai Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Hasan menyarankan agar kepala babi tersebut "sudah dimasak saja", merujuk pada kelakar Fransisca yang menanggapinya dengan candaan di media sosial.

Pernyataan ini menuai kritik luas karena dianggap tidak peka terhadap kebebasan pers dan seriusnya teror tersebut.***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Tedi Rukmana