Nasional

Isu Permintaan Jokowi Bertemu dengan Megawati, Staf Khusus Presiden: Sama Sekali Tidak Benar

Oleh: Salman Muhammad Ilham Senin 22 Jan 2024, 13:07 WIB
Megawati dan Jokowi

AYOJAKARTA.COM – Beredar isu perihal Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang meminta bertemu dengan ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, membantah bawah Presiden Jokowi meminta pertemuan dengan Megawati.

"Terkait narasi yang dikembangkan seolah-olah ada permintaan dari Bapak Presiden untuk bertemu, apalagi dihubungkan dengan Pemilu 2024, itu sama sekali tidak benar," ucap Ari, dikutip dari Kompas TV, Senin (22/1/2024).

Baca Juga: MANTAP! KPM Bansos BPNT dan PKH Dapat Bansos Tambahan Total 90 Juta Bantuan KIS PBI JK, Awas Hangus!

Ari menilai bahwa isu pertemuan antara Presiden Jokowi dan Megawati dikembangkan oleh media.

Bahkan pihak PDIP disampaikan telah membantah isu pertemuan antara Jokowi dan Megawati tersebut.

"Aneh juga narasi yang dikembangkan oleh sebuah media, yang seolah-olah mendapatkan informasi dari internal PDIP dan dipersepsikan sebagai sebuah fakta, tapi sesungguhnya hal itu tidak pernah terjadi, tidak ada permintaan untuk bertemu, bahkan sudah dikonfirmasi oleh Sekjen PDIP," ucap Ari.

Meskipun informasi pertemuan antara Jokowi dan Megawati tidak valid, Ari menilai bahwa pertemuan antar tokoh bangsa merupakan hal yang biasa.

"Kalau Presiden, kan selama ini terbuka bertemu dengan tokoh-tokoh bangsa, dan saya kira Bu Mega juga sama, terbuka bertemu tokoh-tokoh bangsa," tuturnya.

Baca Juga: Benarkah Penyebaran Nyamuk Wolbachia Berisiko? Mantan Menkes Siti Fadilah Supari: Masyarakat Dijadikan Kelinci Percobaan

Disisi lain, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, memberikan respon terkait adanya isu ini. Ia menilai bahwa Megawati selalu terbuka untuk bertemu berbagai pihak.

"Ya kalau seseorang sebelumnya kalau bertemu dengan ibu kan selalu terbuka," ucap Hasto, Minggu (21/1).

Namun, apabila rencana pertemuan tersebut dihebohkan di media, maka Hasto menilai ada tujuan tertentu.

"Ketika untuk bertemu ibu kemudian harus disampaikan ke media, itu kan artinya ada sesuatu," ucapnya.***

Reporter Salman Muhammad Ilham
Editor Jinan Vania Barizky