AYOJAKARTA.COM – Program penyebaran nyamuk Wolbchia yang saat ini sedang dijalankan pemerintah terus menimbulkan polemik.
Ada pihak yang setuju dengan program ini, namun tak sedikit pula yang terang-terangan menolak program penyebaran nyamuk Wolbachia.
Salah satu yang tegas menolak program penyebaran nyamuk Wolbachia adalah mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari.
Baca Juga: Jadi Polemik, Benarkah Gigitan Nyamuk Wolbachia Berbahaya? Berikut Penjelasan Guru Besar Unair
Melalui Instagramnya @siti_fadilah_supari pada Senin (22/1/2024), mantan Menkes tersebut menuturkan selama ini Indonesia sudah berhasil menanggulangi persoalan demam berdarah.
“Indonesia telah berhasil mengendalikan demam berdarah dengan program-program Kemenkes yaitu PSN, 3M, fogging, Abatisasi dan jumantik,” terang Siti Fadilah.
“Selama ini tidak ada KLB, tidak ada pemberitaan bahwa demam berdarah itu merupakan persoalan wilayah maupun nasional, kalau ada kenaikan biasanya 80 persen itu ringan”, lanjutnya.
Siti Fadilah lantas menyinggung program pemerintah soal penyebaran nyamuk Wolbachia yang justru membuat masyarakat jadi kelinci percobaan.
“Namun kali ini ada suatu uji coba, artinya masyarakat dijadikan kelinci percobaan suatu cara baru,” ujar Siti Fadilah.
“Inovasi baru untuk mengendalikan demam berdarah yaitu dengan menggunakan nyamuk yang di insert Wolbachia,” lanjutnya.
“Di mana nyamuk itu kemudian diharapkan akan berubah kelakuannya sehingga bisa menelurkan bayi-bayi nyamuk yang ber-wolbachia juga,” terangnya lagi.
Dari keterangan Siti Fadilah, diharapkan adanya program ini maka keberadaan nyamuk yang membawa virus DBD akan tergeser.
“Jadi diharapkan komunitas nyamuk Wolbachia itu akan banyak dan akan menggeser atau memakan nyamuk-nyamuk yang membawa virus demam berdarah,” jelas Siti Fadilah.
Akan tetapi Siti Fadilah menegaskan selama ini program Kemenkes telah berhasil sehingga program nyamuk Wolbachia ini justru dikhawatirkan membawa dampak buruk khususnya bagi masyarakat.
“Tapi kita sudah berhasil, kenapa kita musti pakai cara baru,” kata Siti Fadilah dengan nada kecewa.
“Ini bukan implementasi tetapi baru uji coba,” lanjutnya lagi.
Mantan Menteri Kesehatan tersebut juga mempertanyakan jika program ini gagal, maka siapa pihak yang akan bertanggung jawab.
“Kenapa sih masyarakat kita yang dipakai uji coba, itu kan kelinci percobaan,” tutur Siti Fadilah.
“Iya kalau oke-oke saja, kalau tidak, siapa yang bertanggung jawab?” jelasnya.***

Share this article
Mantan Menkes Siti Fadilah Supari sebut masyarakat dijadikan kelinci percobaan dalam program penyebaran nyamuk wolbachia.