AYOJAKARTA.COM - Kabar mundurnya sejumlah Menteri Presiden Joko Widodo dari Kabinet Indonesia Maju kian santer terdengar.
Salah satu menteri yang dikabarkan mundur dalam kabinet diantaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.
Beredar adanya kabar tersebut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, membantah dengan tegas.
Baca Juga: Heboh Soal Isu Menteri Jokowi Mundur, Menkominfo: Itu Tidak Benar!
Moeldoko menyebut adanya isu itu dibuat untuk menggoyang pemerintahan yang saat ini sedang berjalan dengan baik dan solid.
“Kenapa dimunculkan isu itu, mengerti saya tuh ada tujuan. Tujuannya apa? Tujuannya untuk menggoyang pemerintahan yang sedang baik-baik dan solid ini,” katanya, dikutip Ayojakarta.com dari kanal Youtube tvOneNews, Sabtu, 20 Januari 2024.
Ia menegaskan bahwa dalam pemerintah Kabinet Indonesia Maju akan tetap solid, dan saat ini pemerintah sedang mengejar target pembangunan yang sudah ditetapkan.
Lebih lanjut, Moeldoko mengatakan menjelang berakhirnya masa jabatan pemerintah akan tetap fokus untuk menuntaskan program-program yang saat ini sedang dikerjakan.
“Kita semuanya fokus pada pekerjaan karena waktu kita tinggal beberapa bulan, kita akan memberikan program-program nasional yang strategis maka itu yang harus kita kejar habis-habisan,” imbuhnya.
Selain itu, hal serupa pun diungkapkan oleh Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana yang mengatakan bahwa saat ini posisi pemerintahan di Kabinet Indonesia Maju sangat kuat.
“Seluruh Menteri Kabinet Indonesia Maju tetap kompak dan solid membantu presiden untuk memimpin penyelenggaran pemerintahan sampai akhir masa jabatannya,” kata Ari Dwipayana.
Sementara itu, sebagai orang yang disebut-sebut akan mundur dalam kabinet Sri Mulyani enggan memberikan tanggapan apapun dan menyebut bahwa dirinya sampai saat ini masih bekerja.
Sebelumnya, kabar ini diungkapkan oleh ekonom senior dari Indef, Faisal Basri, yang mengaku telah mengajak sejumlah menteri untuk mundur dari Kabinet Indonesia Maju.
Karena menilai Presiden Jokowi terlihat tidak netral dan lebih condong untuk memihak paslon nomor urut 2 yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Faisal pun mengklaim terdapat 15 menteri yang siap untuk mundur dalam kabinet, salah satunya Menkeu Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.***