AYOJAKARTA.COM - Indikasi keberpihakan presiden terhadap salah satu peserta pilpres ditengarai menjadi embrio lahirnya wacana pemakzulan.
Adanya wacana pemakzulan atau impeachment terhadap presiden, sempat disikapi kalangan istana sebagai bagian dari dinamika politik jelang pilpres 2024.
Di tengah wacana pemakzulan terhadap Presiden Joko Widodo tersebut, kabar mengejutkan kembali berhembus dari balik dinding istana kepresidenan.
Baca Juga: Soal Isu Pemakzulan Jokowi, Hasto Kristiyanto Ungkap PDIP Khawatir dengan Ini
Kabar tersebut mulai beredar di kalangan publik usai ekonom senior Faisal Basri menyebut tentang adanya kesiapan sejumlah menteri yang akan mengundurkan diri.
Pernyataan Faisal Basri tersebut disampaikan ketika menghadiri acara diskusi bertajuk Political Economic Outlook 2024 di Jakarta.
Di hadapan peserta diskusi Faisal Basri menyebut bahwa secara moral pondasi Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Joko Widodo sudah mengalami banyak masalah.
Baca Juga: Cegah Gerakan Makin Besar, Hasto Minta Presiden Jokowi Respons Isu Pemakzulan
Sehingga salah satu jalan yang bisa dilakukan agar tidak terjebak masalah dan membuat pusing, adalah dengan menjaga jarak dari akar masalah.
“Saya dengar Ibu Sri Mulyani yang paling siap untuk mundur, Pramono Anung dari PDIP sudah gagap jadi Menteri, belain Jokowi terus kan pusing,” ungkap Faisal Basri.
Kendati desas-desus keinginan mundurnya Sri Mulyani tersebut sudah banyak beredar, pihak istana belum secara resmi memberikan tanggapan.
Berdasarkan unggahan di akun media sosialnya, Sri Mulyani bahkan diketahui masih sibuk menghadiri World Economic Forum di Davos, Swiss.
Di tahun 2023 lalu, kabar akan mundurnya sejumlah menteri juga sempat beredar dan membuat resah, namun dengan sigap pihak istana langsung membantah.
Sehubungan dengan pernyataan Faisal Basri perihal rencana mundur sejumlah menteri yang merupakan kader PDIP, Hasto Kristiyanto memberi tanggapan.
Menurut Hasto, mundurnya kader PDIP dari jabatan menteri justru akan berpotensi mendatangkan penyalahgunaan kekuasaan yang tanpa kendali.
“Tidak mundur saja sudah banyak intimidasi, apalagi mundur, akan semakin banyak penyalahgunaan kekuasaan, jadi ini untuk mengawal pemilu yang demokratis,” jelasnya.
Terkait dengan adanya wacana mundurnya Sri Mulyani yang merupakan dampak dari wacana pemakzulan, Menkopolhukam Mahfud MD memberi tanggapan.
Ditemui awak media usai pelantikan hakim konstitusi di istana kepresidenan, Mahfud MD menyebut belum mengetahui kabar tersebut.
Mahfud MD yang juga merupakan cawapres nomor urut tiga menambahkan, bahwa dirinya tidak pernah membicarakan persoalan pengunduran diri Sri Mulyani maupun menteri lain.
“Saya nggak tahu, nggak pernah bicara gitu dengan Bu Sri Mulyani atau dengan Menteri lain,” jelas Mahfud dikutip Ayojakarta, Jumat 19 Januari 2024 dari kanal YouTube Metro TV.***

Share this article
Ekonom senior Faisal Basri menyebut adanya kesiapan sejumlah menteri yang akan mengundurkan diri, salah satuny Sri Mulyani.