AYOJAKARTA.COM - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 1, Anies Baswedan, kembali berpendapat terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kali ini, Anies Baswedan menyoroti soal investasi untuk IKN yang dibangun di Kalimantan Timur.
Anies Baswedan mengatakan para investor selalu objektif dalam menilai karena menggunakan metode studi kelayakan.
Baca Juga: Jawab Bahlil Soal Investasi di IKN, Anies Baswedan: Investor Jangan Dipaksa
“Investor itu selalu objektif. Investor itu selalu menggunakan studi kelayakan yang objektif. Dia tidak memutuskan berdasarkan pertimbangan non komersial,” kata Anies Baswedan dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (9/12/2023).
Kemudian, Anies menjelaskan investor tidak menggunakan dasar pertimbangan politik untuk menanamkan modal.
Akan tetapi, Anies menyebut para investor akan memutuskan investasinya berdasarkan petimbangan komersial.
Baca Juga: Diminta Joget, Anies Baswedan: Kalau Ada Gagasasan, Tak Perlu Berjoget
Anies melihat apabila para investor menilai secara komersial layak, maka mereka mau untuk berinvestasi.
Namun, apabila mereka menilai tidak layak maka yang harus dilakukan adalah memaksa investor untuk berinvestasi.
“Kalau secara komersial layak ya pasti dia mau kerjakan. Kalau dia secara komersial tidak layak, ya dia harus dipaksa. Kalau yang memaksa enggak ada, mungkin enggak mau ngerjain (investasi),” jelasnya.
Seperti yang diketahui, investor asing akan dilakukan usai upacara Kemerdekaan 17 Agustus 2024.
Maka dari itu, eks Gubernur DKI Jakarta ini menilai agar para investor tidak perlu dipaksa untuk berinvestasi.
Anies ingin investor yang menentukan dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan komersial.
“Menurut saya jangan dipaksa investor itu. Biarlah investor itu mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan komersial,” tutupnya.***