AYOJAKARTA.COM -- Capres nomer urut 1, Anies Baswedan mengatakan bahwa jangan memaksa investor tuk berinvestasi.
Anies Baswedan berpendapat bahwa para investor memiliki mekanismenya tersendiri untuk menanam modal.
Anies Baswedan mengatakan hal tersebut merespon pernyataan dari Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yang menyebut investor ragu menanam modal di Ibu Kota Negara (IKN).
Baca Juga: Ganjar Pranowo Jadi Capres Pertama yang Kampanye di IKN, Ternyata Ini Alasannya
"Investor itu selalu objektif dan investor selalu menggunakan studi kelayakan yang obyektif. Dia tidak memutuskan berdasarkan pertimbangan non komersial," kata Anies saat ditemui di Bandar Lampung, dikutip dari YouTube Kompas TV, Jumat (8/12/2023).
Menurut Anies, investor jangan dipaksa karena mereka mengambil keputusan berdasarkan pertimbanhan komersial.
"Menurut saya jangan dipaksa investor itu. Biarkan investor itu mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan komersial, bukan pertimbangan politik," ucap Anies.
Anies menambahakan bahwa apabila IKN secara IKN layak, maka investor pun juga ingin menanam modal.
"Kalau secara komersial layak, ya pasti dia mau kerjakan," ujar Anies.
Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa salah satu paslon membuat investor ragu menanam modal di IKN.
Hal tersebut karena ada salah paslon yang Bahlil tidak sebutkan menolak proyek pembangunan IKN.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Akan Lanjutkan Pembangunan IKN, Sebut Sudah Ada Undang-undangnya
"Sekarang kan banyak investor yang mulai nanya, mulai ada keraguan. Karena ada beberapa capres yang menyampaikan visi dan misinya itu melahirkan keraguan bagi investor," kata Bahlil di acara peresmian Media Center Indonesia Maju di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (4/12/2023).
Walau tidak menyebut nama, PKS yang merupakan salah satu partai pengusung Anies-Muhaimin mengaku akan mempertahankan Jakarta menjadi Ibukota.
Baca Juga: Kampanye Anies Baswedan Kritik Proyek IKN hingga Singgung Kesejahteraan Guru
Yang mana hal tersebut juga masuka ke dalam janji pasangan Anies-Muhaimin apabila menang pada Pilpres 2024.
Bahlil merespon perlawanan terhadap IKN itu dengan membentuk media center Indonesia Maju.
Pembentukan tim tersebut, kata Bahlil bertujuan untuk memberikan klarifikasi kepada masyarakat, terutam soal ekonomi dan investasi.
Bahlil melanjutkan, pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan itu telah melewati berbagai kajian ilmiah dan pertimbangan.
Salah satu pertimbangan kenapa pemerintah memindahkan ibu kota, kata dia, sebagai upaya untuk membangun Indonesia sentris.***

Share this article
Anies Baswedan berpendapat bahwa para investor memiliki mekanismenya tersendiri untuk menanam modal.