Nasional

Eddy Hiariej Jadi Tersangka Suap dan Gratifikasi, Mahfud MD: Koruptor Jahat Harus Disikat

Oleh: Nisrina Harum Lestari Jumat 10 Nov 2023, 14:21 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD

AYOJAKARTA.COM - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD buka suara terkait penetapan tersangka Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Eddy Hiariej.

Mahfud MD mengatakan kasus dugaan gratifikasi yang menjerat Eddy Hiariej harus ditindak secara tegas dan transparan.

Selain itu, Mahfud MD juga menilai bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membuktikan tidak pandang bulu.

Baca Juga: Jadi Tersangka Kasus Suap, Prof Eddy Hiariej Pernah Singgung Vonis Jessica Wongso Bukan Hukuman Mati: Karena..

“Penegakan hukum itu harus tidak pandang bulu dan itu ya dibuktikan. Meskipun masih banyak kritik terhadap KPK tapi dia sudah membuktikan tidak pilih menteri, wamen, kepala daerah, semua. Itu memang harus begitu, harus ditindak secara tegas dan transparan,” kata Mahfud dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Jumat (10/11/2023).

Mahfud mengungkapkan penetapan tersangka Eddy Hiariej oleh KPK tentu karena sudah ada dua alat bukti yang menyatakan peristiwa gratifikasi tersebut terjadi.

“Ketika KPK menetapkan seorang tersangka pasti sudah ada dua alat bukti yang cukup bahwa peristiwa korupsi atau pencucian uang itu terjadi. Tinggal nanti menguji alat bukti itu di pengadilan,” ungkapkan.

Baca Juga: KPK Tetapkan Wamenkumham Eddy Hiariej sebagai Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi

Lebih jauh, Mahfud memberikan peringatan kepada para pejabat agar tidak melakukan tindak pidana korupsi.

Mahfud menilai seharusnya para pejabat meniru para pahlawan bangsa yang telah gugur.

Ini karena para pahlawan rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kemakmuran rakyat Indonesia.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Wamenkumham Eddy Hiariej Ditetapkan KPK Jadi Tersangka Kasus Suap dan Gratifikasi

Hal tersebut tentu berbeda dengan koruptor yang memilih mengorbankan harga diri dan juga rakyat.

Maka dari itu, Mahfud memandang koruptor sebagai sosok yang paling jahat dan harus diberantas.

“Makanya saya berpesan jangan jadi koruptor, tirulah para pahlawan. Para pahlawan itu mengorbankan nyawa dan raga untuk kemakmuran rakyat,” ujarnya.

“Sedangkan koruptor itu mengorbankan harga diri dan rakyat jelata untuk kemiskinan rakyat. Oleh sebab itu koruptor itu jahat sekali harus disikat,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Desi Kris