AYOJAKARTA.COM - Polemik putusan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman tentang gugatan batas usia capres dan cawapres masih belum usai.
Sampai saat ini, kasus tersebut masih dalam proses persidangan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK).
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman disebut sering melontarkan pernyataan-pernyataan kontroversial.
Bahkan Anwar Usman disebut nyeletuk dengan menambah komentar-komentar yang dapat memunculkan api kontroversi saat pemeriksaan terkait perkara dugaan pelanggaran kode etik.
Adapun pada pemeriksaan terakhir, disebutkan bahwa Anwar Usman mengaku kalau dirinya ketiduran hingga tidak dapat hadir dalam Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) pada perkara yang menolak gugatan syarat batas minimal usia capres dan cawapres.
Bahkan tak hanya itu, Anwar Usman beberapa waktu lalu juga menyebut nama tuhan saat diminta mundur dari jabatannya.
Selain itu, ada juga beberapa komentar Anwar Usman lainnya yang disebut kontroversial, berikut ini 3 daftar komentar kontroversial, yaitu:
- Ngeles tidak hadir RPH gegara ketiduran karena minum obat
Saat Anwar Usman diperiksa oleh MKM tentang dugaan pelanggaran kode etik hakim, dirinya dicecar beberapa pertanyaan tentang mengapa ia mangkir dari RPH pembahasan bataan usia capres dan cawapres.
Baca Juga: Anwar Usman Siap Terima Keputusan MKMK pada Senin 7 November, Bagaimana Nasibnya?
Anwar Usman juga bersumpah atas nama Tuhan bahwa dirinya sedang jatuh sakit dan tidak dapat berhadir, dan ketika ditanya kenapa tidak mengajukan izin sakit. Namun dirinya tidak melakukan izin melainkan tetap masuk dan meminum obat.
Sehingga setelah minum obat, dirinya mengaku tertidur lantaran meminum obat tersebut, dan tidak sempat menghadiri RPH.
"Saya bersumpah demi Allah, saya sumpah lagi, saya memang sakit, Saya sakit tetapi tetap masuk. Saya minum obat, saya ketiduran," kata Anwar Usman.
- Tidak ingin mundur dari perannya di gugatan usia capres: Jabatan milik Allah
Selanjutnya, Anwar Usman juga sempat dimintai jawabannya terkait desakan publik yang meminta nya untuk mundur dari perannya di sidang gugatan batas usia capres dan cawapres.
Namun Anwar Usman enggan untuk mundur dari jabatan, dan dirinya menilai bahwa jabatannya adalah milik Allah.
"Yang menentukan jabatan milik Allah Yang Maha Kuasa," sebut Anwar Usman setelah menjalani pemeriksaan perdana Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK).
- Tanggapan terkait sindiran Mahkamah Keluarga: Keluarga Indonesia
Terakhir, Anwar Usman juga sempat merespon pernyataan publik terkait sindiran nama MK yaitu Mahkamah Keluarga.
Lantas atas sindiran tersebut, Anwar Usman pun menanggapinya dan menyebut MK adalah Mahkamah Keluarga, namun keluarga yang dimaksud adalah keluarga Indonesia.
"Keluarga bangsa Indonesia, nah begitu," kata Anwar Usman yang juga merupakan Ipar dari Presiden Joko Widodo.***