AYOJAKARTA.COM -- Usai mengikuti tahap pendaftaran di KPU dan tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, dukungan bagi pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dideklarasikan.
Selain dihadiri oleh sejumlah elit partai pengusung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, acara juga dihadiri oleh sejumlah tokoh kenamaan.
Deklarasi dukungan untuk Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang dilakukan hari ini di Hotel Borobudur, Jakarta juga dihadiri oleh putri Presiden Abdurrahman Wahid.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Temukan Seekor Harimau di Hutan Kurang dari 10 Detik untuk Uji Ketajaman Matamu
Dalam kesempatan tersebut, Yenny Wahid yang hadir di acara tersebut sempat mengisi acara dengan melantunkan tembang Jawa.
Bukan saja menembang, Yenny juga secara aklamatif memberikan dukungan bagi pasangan Ganjar-Mahfud dalam Pemilu 2024 mendatang.
Di awal pidatonya, Yenny menyebut bangsa Indonesia perlu memiliki figur pemimpin yang mampu membawa keadilan, kemajuan dan kedaulatan.
“Semua kandidat ingin membangun Indonesia yang lebih baik, adil, makmur, lebih sejahtera, maju dan berdaulat,” ungkap Yenny.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Apa yang Salah dari Gambar Ini? Coba Jawab dengan Cepat dan Tepat!
Menurut Yenny, terdapat sejumlah alasan yang membuatnya berkeinginan untuk mendukung pasangan Gama.
Keberlanjutan pembangunan di Indonesia rintisan Presiden Joko Widodo merupakan alasan yang melatar-belakangi lahirnya dukungan tersebut.
Menurut Yenny, hal tersebut merupakan amanah penting yang diberikan oleh masyarakat dan kader Gus Dur.
“Saya simpulkan bahwa program pembangunan menjadi kunci keinginan dari masyarakat, apa yang telah dicapai Presiden Jokowi harus kita teruskan dan sempurnakan,” imbuhnya.
Baca Juga: Dicurigai Gunakan Pendekatan Politis sebagai Jalan Ninja, Ketua KPK Firli Bahuri Bakal Alami Hal Ini
Keberlanjutan pembangunan merupakan bagian penting dan tidak terpisah dengan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, di sela-sela peresmian deklarasi dukungan pasangan Gama, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto ikut buka suara terkait isu dinasti politik Jokowi.
Selain menanggapi isu dinasti politik, Hasto juga memberi keterangan terkait dengan nasib Gibran Rakabuming usai menjadi cawapres Prabowo Subianto.
Menurutnya segala bentuk pergerakan politik yang bersifat pelanggaran hukum merupakan hal penting untuk ditangkap dan disikapi.
“Kami partai yang berasal dari rakyat, dan Pak Ganjar dan Prof Mahfud MD adalah jawaban agar keadilan bisa ditegakan,” ungkap Hasto.
Karena itu, Hasto menilai pasangan Gama merupakan figur yang dapat dijadikan contoh bagi kaum muda dalam berpolitik.
Menurut Hasto, bangsa Indonesia membutuhkan etika serta nilai politik yang mengedepankan kejujuran dan kesucian.
“Kalau warnanya juga berubah, semula merah kemudian secara nyata menjadi kuning, maka partai menghormati itu,” imbuhnya.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Tipe Karaktermu Bisa Dilihat dari Bentuk Jari Tangan, Kamu yang Mana?
Terkait dengan nasib Gibran Rakabuming yang status keanggotaannya di PDIP masih menjadi misteri di kalangan publik, Hasto memberi jawaban.
“Mas Gibran sudah pamit ke Mbak Puan, kalau sudah pamit sudah gamblang, cetho welo-welo,” pungkas Hasto dikutip Ayojakarta pada Jumat, 27 Oktober 2023 dari Youtube Kompas TV.***