Nasional

Melihat dari Kacamata Pengemudi Ojek Online terhadap Tiga Kandidat Pilpres 2024

Oleh: Nuriyah Nofasari Rabu 25 Okt 2023, 15:16 WIB
Melihat dari Kacamata Pengemudi Ojek Online terhadap Tiga Kandidat Pilpres 2024

AYOJAKARTA.COM -- Hampir pasti, tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden akan bersaing dalam Pilpres 2024. Mereka adalah Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Pilpres 2024 ini diperkirakan akan menjadi perbincangan hangat di kalangan berbagai lapisan masyarakat, termasuk para pengemudi ojek online, atau yang dikenal sebagai ojol.

Berbicara dengan tiga pengemudi ojol yang bekerja dengan tiga aplikasi berbeda di Jakarta, yaitu Gojek, Grab, dan Maxim.

Baca Juga: Ramai Putusan MK Disebut Lancarkan Jalan Gibran, Mahfud MD: Kalau Berdebat Dapat Berbahaya Bagi Bangsa

Seorang pengemudi Gojek, Rasmani (48), memprediksi bahwa Pilpres 2024 akan berlangsung dalam dua putaran. Ia berpendapat bahwa sangat sulit bagi satu pasangan calon untuk memenangkan lebih dari 50 persen suara dalam satu putaran.

Rasmani juga menyatakan keyakinannya bahwa pasangan Anies-Muhaimin mungkin akan mengalami kesulitan dalam putaran pertama.

"Kan banyak orang pasti enggak terima (satu putaran). Kalau dua putaran, buat saya nanti akan ada dua kandidat, Ganjar dan Prabowo," ucap Rasmani.

Jika prediksi ini benar, pasangan Anies-Muhaimin kemungkinan akan menjadi penentu hasil Pilpres 2024 dalam putaran kedua.

Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Temukan Seekor Harimau di Hutan Kurang dari 10 Detik untuk Uji Ketajaman Matamu

Meskipun ia memperkirakan bahwa pasangan AMIN mungkin akan kalah dalam putaran pertama, Rasmani tidak dapat memprediksi apakah dukungan yang awalnya diberikan kepada Anies-Muhaimin akan beralih ke Ganjar-Mahfud MD atau Prabowo-Gibran di putaran kedua.

"Nah Pilpres sekarang nanti tergantung yang kalah. Yang kalah lari ke mana nih, apa lari ke Prabowo apa ke Ganjar," ucapnya.

Ketika datang ke pilihan, Rasmani telah membuat keputusan. Suaranya akan diberikan kepada pasangan Prabowo-Gibran daripada dua pasangan lainnya.

Rasmani menyatakan bahwa ia tidak terlalu peduli meskipun Prabowo baru-baru ini menjadi sorotan atas pengangkatan putra Presiden Joko Widodo, yaitu Gibran, sebagai calon wakil presiden.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Seberapa Tajam Mata Kamu? Temukan Angka 5 pada Kumpulan Angka Acak Ini

Pengangkatan Gibran diwarnai oleh isu-isu nepotisme dan dinasti politik. Rasmani sendiri telah menjadi pemilih yang setia terhadap Jokowi sejak Pemilihan Umum 2017.

"Iya kontroversi, tapi enggak masalah, karena saya emang idolakan Jokowi," ucap Rasmani.

Jika pasangan Prabowo-Gibran terpilih, Rasmani berharap bahwa Prabowo akan berpihak kepada rakyat kecil, terutama para pengemudi ojol.

Ia mengakui bahwa sistem ojol saat ini masih memiliki banyak masalah yang merugikan para pengemudi. Oleh karena itu, ia berharap bahwa dengan adanya presiden baru, kebijakan yang mendukung rakyat kecil akan dapat diimplementasikan.

Baca Juga: Update Bansos PKH dan BPNT Periode September-Oktober 2023, Ada 1 Bantuan yang Ditambah

"Kayak sekarang kita 20 persen potongan buat aplikasi. Tapi dapat orderan susah, sehari juga nggak cukup," lanjutnya.

Di sisi lain, Alit (39), seorang pengemudi Grab, juga menyoroti perpecahan internal dalam pasangan Ganjar-Mahfud, terutama perbedaan antara PDI-P dan Jokowi.

Menurut Alit, Jokowi tampaknya tidak lagi sejalan dengan partai yang melambangkan banteng dan sekarang mendukung pihak lain.

Hal ini terlihat dari dukungan Gibran yang menjadi pasangan Prabowo. Selain itu, Kaesang Pangarep, putra sulung Jokowi, menjabat sebagai Ketua Umum PSI.

"Karena kenapa kok Jokowi berubah pihak? Berarti kan dia lihat dari PDIP sudah enggak jelas lagi, sudah enggak singkron lagi dengan keinginan dia," ucapnya.

Baca Juga: Kapan Cetak Kartu Ujian CPNS dan PPPK 2023? Berikut Jadwal dan Cara Mencetaknya

Baginya, partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri tampaknya terlalu berusaha untuk memengaruhi Jokowi, yang menimbulkan ketidaknyamanan. Alit mengungkapkan bahwa dia mendukung langkah Presiden Jokowi ini.

Akibatnya, Alit berpendapat bahwa Ganjar akan menghadapi kesulitan karena kehilangan dukungan besar dari para pendukung Jokowi. Ia menggambarkan dirinya sebagai seorang pemilih PDIP di masa lalu, tetapi sekarang telah berubah.

"Dulu saya milih kan karena Jokowi PDIP. Sekarang lihatnya gimana? PDIP sudah nggak bareng lagi gitu ya sama Jokowi," ucap Afit.

"Bahkan Jokowi kan disebut petugas partai. Saya juga tidak setuju, dalam arti kenapa kok harus bu Mega yang selalu support, bukan diri dia pribadi? Kan harusnya biar negeri ini maju harus pandangan dia," ucapnya.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Lihatlah dengan Teliti Ada 1 Huruf yang Berbeda di Gambar Ini, Apa Ya?

Saat ini, Afit belum memutuskan pilihannya dalam Pemilihan Presiden yang akan datang. Namun, ia berharap bahwa presiden terpilih akan memprioritaskan pemulihan ekonomi bagi rakyat kecil.

"Walaupun saya dulu pilih Jokowi, sekarang belum tahu siapa. Harapannya ya Presiden terpilih bisa peduli rakyat kecil lah. Biar daya beli kita juga meningkat, jangan sampai kita punya duit habis mulu tiap hari," ujarnya.

Di sisi lain, seorang pengemudi Maxim bernama Chandra (35) meragukan bahwa pengalaman Anies Baswedan sebagai Gubernur dapat menjamin kemampuannya dalam memimpin sebagai Presiden.

"Walaupun Anies (mantan) Gubernur, saya lihat banyak bohongnya, janji-janji palsu," ujarnya.

Baca Juga: Kebiasaan Sederhana Orang Sukses Ternyata Pakai Pola 8+8+8 Setiap Hari yang Bisa Ditiru, Apa Maksudnya?

Menurutnya, selama Anies menjabat sebagai Gubernur DKI, ia sering mengandalkan retorika dan gagal memenuhi janji-janji kampanyenya.

"Orang kan awalnya yang dilihat ucapan terus perilaku. Nah ini ucapan sama perilaku nggak singkron. Jadi gubernur saja enggak boleh begitu, apalagi jadi presiden. Jadi presiden itu kan dari sabang sampai merauke, daerah kan sebagian, gak gampang," katanya.

Chandra sendiri mengakui bahwa dia masih bimbang dalam membuat pilihannya. Ia merasa tertarik untuk memilih sesama santri, seperti Cak Imin atau Mahfud MD.

"Saya kan santri, jadi pengen sih santri juga naik. Tapi nggak suka sama Presidennya (Anies). Mahfud MD juga kan blak-blakan sama kasus hukum," ungkapnya.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Yakin Punya Mata Tajam? Coba Temukan 1 Pensil yang Berbeda pada Gambar Ini

Terlepas dari siapa yang terpilih sebagai Presiden nantinya, Chandra berharap bahwa pemimpin tersebut dapat membawa Indonesia menuju perbaikan yang lebih baik. Salah satu prioritasnya adalah pemerataan kesejahteraan dan pembangunan di seluruh daerah terpencil.

"Ya jangan yang maju cuma Jakarta saja, Surabaya, Bandung. Coba ke pelosok-pelosok itu dibangun juga jalan biar harga apa-apa (sembako) murah," tambahnya.

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil