AYOJAKARTA.COM - Ketua RT Riang Prasetya beberkan sosok pejabat yang memproses laporannya.
Adapun pelaporan itu terkait penyerobotan bahu jalan di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.
Menurut Riang Prasetya, penerima laporannya bukan dari pihak kelurahan maupun kecamatan.
Lantas siapa sosok pejabat yang menerima laporan Riang Prasetya?
Baca Juga: Ketua RT Riang Prasetya Sebut Demo Pemilik Ruko Pluit di Depan Kantornya Berkonsekuensi Hukum
Seperti kita tau nama Riang Prasetya ramai diperbincangkan gegara pembongkaran Ruko di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.
Warga geram karena pembongkaran ini karena adanya laporan sang ketua RT pada pemerintah.
Riang Prasetya akhirnya membeberkan proses pelaporannya.
Ia mengatakan telah membuat laporan penyerobotan bahu jalan yang dilakukan warganya sejak tahun 2019 hingga 2023.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Syarat Dokumen dan Tahapan Proses Seleksi CPNS 2023 yang Dibuka Juni
Lebih lanjut magister hukum ini mengatakan dalam periode itu telah membuat tiga kali laporan.
Menurutnya, laporan yang dibuat bukan tanpa alasan.
Melainkan karena memang adanya pelanggaran yang menganggu ketertiban kawasannya.
"Saya lakukan ini dari tahun 2019, udah 3 kali saya bikin surat, kalau dikatakan saya tidak tau dalam pelanggaran, salah, saya tahu persis terhadap pelanggaran itu," kata Riang Prasetya.
Dikatakan Riang, akhirnya melaporkan pada pihak kelurahan Pluit hingga kecamatan Penjaringan.
Namun dari tiga kali pelaporannya, Riang merasa tidak ada tanggapan.
"Makanya saya laporkan kepada kelurahan Pluit dan Kecamatan penjaringan namun tidak ada tanggapan," lanjutnya.
Kemudian ketua RT 011 ini melaporkan pada instansi yang lebih tinggi yaitu pada PJ Gubernur Heru Budi Hartono.
Baca Juga: Update 32 Biksu Thudong dari Thailand Kini Sudah Tiba di Semarang, Siap Menuju Candi Borobudur
Menurut Riang Prasetya laporannya baru diproses setelah adanya tanggapan dari Heru Budi Hartono.
Ia mengatakan PJ Gubernur DKI sigap dalam menangani kasus sehingga laporannya diproses pada Januari 2023.
"Lalu saya bikin surat kepada bapak pj gubernur Heru Budi Hartono baru ada tanggapan, pada januari dan Februari 2023," tandasnya.***