AYOJAKARTA.COM –Warganet dibuat heboh dengan kondisi followers serta following di akun Twitter resmi Partai Demokrat @PDemokrat yang tiba-tiba anjlok.
Jika dilihat saat ini akun Twitter resmi @PDemokrat hanya terlihat jumlah followersnya hanya 399 dan jumlah followingnya hanya 1.
Bahkan seorang pengguna Twitter dengan akun @shofwim sampai meminta kejelasan soal akun Twitter Partai Demokrat tersebut resmi atau palsu.
Menanggapi hal tersebut, Deputi Bakomstra Partai Demokrat Cipta Panca Laksana memberikan penjelasan melalui akun Twitter pribadinya @panca66 pada Kamis, (27/4/23).
Panca menjelaskan jika Twitter sempat mengalami error hingga menyebabkan akun Partai Demokrat terkunci.
Oleh sebab itu, pihak Demokrat kemudian menghubungi pihak Twitter mengenai permasalahan tersebut.
“Twitter lagi error, akun Demokrat sempat kekunci (dan sempat hilang),” tulis Panca.
Baca Juga: Tak Menyerah! Kilas Balik Moeldoko Kudeta Demokrat dari AHY tapi Gagal, Kini Kembali Ajukan PK ke MA
“Akhirnya harus hubungi pihak Twitter dan balikin akun. Setelah akun balik, butuh proses untuk mengembalikan ke posisi semula,” lanjutnya.
Panca juga menegaskan jika saat ini pihak Twitter tengah berupaya mengembalikan akun Partai Demokrat tersebut ke posisinya semula.
“Jadi saat ini sedang dalam proses mengembalikan ke posisi semula dari pihak Twitternya,” jelas Panca.
Namun Panca menuturkan jika prosesnya sangat lambat, disebabkan berkurangnya pegawai Twitter yang menyebabkan banyaknya bugs yang tidak cepat tertangani.
“Prosesnya berjalan lambat, sy duga karena si Elon Musk kurangi 75 persen karyawan, termasuk programmer, jadinya banyak bugs dan tidak cepat tertangani,” jelasnya lagi.
Tak hanya itu, Panca juga mengatakan jika pihak Demokrat sudah mengadu ke Twitter mengenai masalah tersebut sejak 24 April 2023 kemarin.
Akan tetapi saat mendatangi langsung kantor Twitter dan mengadukan masalahnya, ternyata tempat tersebut hanya kantor VEO saja dan bukan kantor operasional keseluruhan.
“Tanggal 24 sudah tektokan dengan Twitter akun dibalikin tapi perlu proses pemulihan katanya,” ungkap Panca.
“Udah kirim orang ke kantor Twitter tapi itu ternyata kantor CEO-nya aja bukan kantor operasional keseluruhan,” lanjutnya lagi.***