AYOJAKARTA.COM - Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diisukan telah hengkang dari keanggotaanya dalam Partai Gerindra.
Kabarnya Partai Gerindra tidak bisa menahan keputusan Sandiaga Uno untuk hengkang dari Partai Gerindra dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube METRO TV.
Akan tetapi saat ditanyakan kepada Prabowo Subianto terkait kabar hengkangnya Sandiaga Uno, dirinya hanya menjawab singkat.
Baca Juga: Viral Tiktokers Bima Yudho Kritik Lampung Tak Maju-maju, Sebut 4 Poin Penyebabnya
"Ya sudah lama beliau tidak mengatakan mau pindah, mungkin kalian aja yang ngarang," ungkap Prabowo ketika ditemui awak media.
Namun Prabowo Subianto memberikan penjelasan bahwa partai Gerindra adalah partai terbuka, yang bisa menerima siapapun, dan anggota yang ingin pindah juga diperbolehkan.
"Demokrasi kita adalah demokrasi yang nyata, partai kita juga partai terbuka, setiap orang boleh masuk," jelas Prabowo Subianto.
"Asal memenuhi istilahnya persyaratan partai, dan setiap orang juga boleh pindah partai, enggak ada masalah," lanjutnya.
Baca Juga: Aurel Hermansyah Dirumorkan Kembali Hamil Anak Kedua! Atta Halilintar: Pamali Kalau Kasih Tahu
Kabar ini seolah diperkuat dengan sikap Sandiaga Uno yang tampak berjarak dengan partainya sejak saat Gerindra secara resmi umumkan Prabowo menjadi Capres 2024.
Bahkan Sandiaga Uno kerap terlihat dengan partai politik lain, seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Bukan hanya diisukan hengkang dari Gerindra, saat ini tengah beredar rumor bahwa Sandiaga Uno akan beralih ke Partai Persatuan Pembangunan.
Baca Juga: TEGA! 5 Fakta Kasus Petugas Dinsos Perkosa Gadis ODGJ di Tempat Rehabilitasi Karawang
Kabar hengkangnya Sandiaga Uno dari Partai Gerindra, menimbulkan spekulasi bahwa dirinya akan dipasangkan dengan Anies Baswedan pada Pilpres 2024.
Spekulasi itu muncul setelah adanya pertimbangan dari Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu.
Pasalnya Ahmad Syaikhu menyatakan bahwa Sandiaga Uno akan dinobatkan menjadi pendamping Anies Baswedan.
"Kita melihat dari berbagai perkembangan dalam pencapresan ada beberapa nama-nama, termasuk beliau juga dari berbagai survey leading dalam hal menjadi wapres," ungkap Ahmad Syaikhu.
Akan tetapi hal ini pun menimbulkan sebuah penolakan dari Partai Demokrat yang beranggapan bahwa Sandiaga Uno bukan figur perubahan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Andi Arief selaku Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat yang seolah memastikan Demokrat akan menolak Sandiaga Uno.
"Walaupun menjadi wapres menjadi hak setiap orang, tapi komitmen perubahan dari 3 partai, PKS, Demokrat dan Nasdem itu sudah terikat pada semacam perjanjian, yang ditandatangani oleh 3 ketua umum," ungkap Andi Arief.
Baca Juga: Banding Sudah Ditolak, Kapan Ferdy Sambo Bisa Mengajukan Kasasi demi Lolos dari Hukuman Mati?
"Mengikuti kontestasi Capres dan Cawapres ini kan memperbaiki keadaan, bukan seperti Indonesian Idol yang penting muncul dan Demokrat punya catatan dan pasti akan menolak Pak Sandi Uno," pungkasnya.***