Nasional

Imbas Kartu Kuning FIFA, Elektabilitas Ganjar Pranowo Turun! Sebagian Pendukung Pindah ke Sosok Ini…

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Senin 10 Apr 2023, 21:37 WIB
Elektabilitas Ganjar Pranowo Menurun

AYOJAKARTA.COM - Jelang Pemilu 2024, kandidat calon presiden (capres) Ganjar Pranowo sebelumnya digadang-gadang menjadi sosok penerus Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dimana pemilih Jokowi pada Pemilu 2019 lalu disebut-sebut turut mendukung Ganjar Pranowo sehingga awalnya menunjukkan elektabilitas kandidat capres tersebut tinggi.

Namun hasil survei tingkat elektabilitas Ganjar Pranowo terkini justru merosot pasca soal batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Baca Juga: Estimasi Anggaran Tarif Tol Lebaran 2023, Pemudik dengan Kendaraan Pribadi Wajib Tahu!

Pasalnya diketahui bahwa pihak yang bertanggung jawab atas keputusan FIFA yang membatalkan perhelatan Piala Dunia U-20 salah satunya yakni Ganjar Pranowo.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia, Djayadi Hanan menjelaskan bahwa turunnya elektabilitas Ganjar Pranowo ini terlihat karena pendukungnya pindah ke Prabowo.

"Kami mendeteksi ada perpindahan suara dari pendukung Jokowi yang ke Ganjar itu berpindah lebih banyak ke Pak Prabowo," jelas Djayadi Hanan dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube tvOneNews.

Disebutkan bahwa survey terakhir menunjukkan bahwa pemilih Jokowi pada pemilu 2019 lalu sebanyak 39 persen mendukung Ganjar.

Baca Juga: Sebelum Memutuskan Berkunjung ke Posko THR, Kenali 3 Peraturan Tertulis Kemnaker Terkait Pemberian THR

"Survey terakhir ini analisis yang lebih rinci itu menunjukkan bahwa pemilih Pak Jokowi di 2019 lalu, itu 39 persen mendukung Ganjar, 32 persen mendukung Pak Prabowo, sekitar 18 persen mendukung Anies Baswedan," ungkap Djayadi Hanan.

Dimana itu mengalami penurunan karena pada Januari lalu elektabilitas Ganjar menunjukkan angka sekitar 55 hingga 60 persen.

Dikatakan bahwa elektabilitas Ganjar terjadi penurunan sekitar 20 persen.

Baca Juga: Skak MAT! Ternyata Alat Bukti Ini yang Makin Memberatkan AG untuk Dijatuhi Vonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara?

"Nah biasanya sebelumnya, bulan Januari, pemilih Jokowi yang mendukung Pak Ganjar itu biasanya di kisaran 55-60 persen. Jadi ada penurunan sekitar 20 persen," jelas Djayadi Hanan.

Selain itu, seiring penurunan pada kolom Ganjar, justru pada kolom Prabowo mengalami peningkatan.

"Meskipun pindahnya tidak seluruhnya ke Pak Prabowo, tapi di kolomnya itu mengalami peningkatan sekitar 10 persen," ujar Djayadi Hanan.

Penurunan angka elektabilitas Ganjar ini salah satunya disebabkan karena batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Baca Juga: Jejak Diskon Hukuman Anas Urbaningrum, Pernah Ramai Berani Gantung Diri di Monas Jika Terbukti Korupsi

"Salah satunya adalah soal momentum Piala Dunia," tutur Djayadi Hanan.

Disebutkan bahwa masyarakat Indonesia yang mengetahui hal itu, 70 persen diantaranya mendukung agar Piala Dunia tetap dilaksanakan.

"Indonesia akan menjadi tuan rumah, dari yang tahu itu 70 persen tidak keberatan, mereka menginginkan agar Piala Dunia tetap dilaksanakan," jelas Djayadi Hanan.

Baca Juga: Kuasa Hukum David: Semoga Jaksa Lakukan Banding, Sebab AG Mendapatkan Keuntungan Double

"27 persen saja yang menyatakan tidak masalah Piala Dunia tidak dilaksanakan," tambahnya.

Maka imbas batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tentu menimbulkan kekecewaan yang ditujukan terutama kepada ganjar.

"Jadi ini menimbulkan kekecewaan. Secara elektoral itu mengalamatkan kekecewaannya kepada pihak yang bertanggung jawab atas gagalnya itu," ungkap Djayadi Hanan.

"Antara lain itu adalah Pak Ganjar, kemudian dari segi partai itu PDIP," lanjutnya.

Baca Juga: PENTING! Mudik Lewat Tol, Simpan Nomor Call Center Ini Demi Kelancaran dan Kenyamanan Sampai Kampung Halaman

Tak hanya itu, diketahui juga ada endorsement yang diperlihatkan oleh Jokowi cukup tegas kepada kandidat lain selain Ganjar.

"Yang kedua, sejak 4-5 bulan terakhir, ada endorsement yang cukup tegas dari pak Jokowi kepada calon lain, atau nama lain selain Pak Ganjar,"

Dimana itu menjadi sinyal bagi pemilih jokowi pada pemilu 2019 lalu bahwa mereka punya alternatif kandidat yakni Prabowo.

"Maka itu memberi sinyal bahwa mereka punya alternatif selain Ganjar yaitu Prabowo," jelas Djayadi Hanan.

Baca Juga: Geger! Diduga Jadi Istri Siri Bupati Meranti, Terbongkar Profil FN Kepala BPKAD yang Tersangkut Kasus Korupsi

Dari dua alasan tersebut, menyebabkan elektabilitas Ganjar Pranowo menurun sekitar 8 persen.

"Dua hal itu bergabung menjadi satu. Itu mengakibatkan penurunan kalau hitungan dari Februari sampai awal April itu sekitar 8 persen (Pak Ganjar)," ungkap Djayadi Hanan.

Terlebih lagi, meningkatnya dukungan Prabowo juga bisa karena dampak sosialisasi atau kampanye yang dilakukan dengan model yang mirip dengan Jokowi sebelumnya.

Baca Juga: Harapan Kuasa Hukum David soal Vonis Pelaku Penganiayaan: Tetap Maksimal!

"Faktor naiknya suara Prabowo, bisa juga antara lain adalah tampak mulai lebih lenturnya sosialisasi yang dilakukan," tutur Djayadi Hanan.

"Lebih sering ketemu masyarakat, lebih menunjukkan karakter merakyat, yang lebih mirip dengan model atau style kampanye atau sosialisasi yang dilakukan oleh Pak Jokowi," tambahnya.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Irma Joanita