Nasional

Propaganda Bertuliskan Adili Jokowi Tersebar di Sejumlah Wilayah di Indonesia, Pengamat Politik Ungkap Siapa Pelakunya

Oleh: Karseno AJ Selasa 11 Feb 2025, 13:44 WIB
Sempat jadi sorotan usai masuk dalam daftar tokoh dunia paling korup, nama Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo kembali mencuri perhatian.

AYOJAKARTA.COM -- Sempat jadi sorotan usai masuk dalam daftar tokoh dunia paling korup, nama Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo kembali mencuri perhatian.

Munculnya polemik pembangunan pagar laut di sejumlah wilayah perairan Indonesia, ditengarai oleh sebagian kalangan turut melibatkan Joko Widodo.

Kendati tanpa bukti, sebagian kalangan menilai Joko Widodo perlu bertanggung jawab dalam pembuatan SHBG yang melibatkan sejumlah kementerian di era kepemimpinannya.

Baca Juga: Template? Jawaban Simple Ala Jokowi Saat Ditanya Pemblokiran Anggaran Pembangunan IKN

Buntut adanya beragam polemik yang menyita perhatian publik, kini ikut memantik munculnya sejumlah grafiti bertuliskan Adili Jokowi.

Tampak di sejumlah titik di Indonesia, grafiti bertuliskan Adili Jokowi muncul tanpa diketahui dengan pasti siapa pembuatnya.

Menyikapi munculnya fenomena grafiti bertuliskan Adili Jokowi, Presiden ketujuh Indonesia sempat memberikan tanggapan.

Menurut Jokowi, grafiti yang terlihat di sejumlah daerah di kota Solo merupakan salah satu cara bagi sebagian orang untuk mengekspresikan diri sehingga tidak perlu ditanggapi.

Baca Juga: Selain Aguan, Nama Jokowi Juga Masuk Pusaran Polemik Pagar Laut, Silfester: Imajinasi Mereka Liar

Selain tampak di kota Solo, aksi vandalisme Adili Jokowi juga terpantau di Jogja, Surabaya, Medan, Malang hingga Jakarta.

Sehubungan dengan munculnya sejumlah grafiti bertuliskan Adili Jokowi, pengamat politik Adi Prayitno menyebutnya sebagai bentuk kontra narasi.

Kuatnya kecenderungan masyarakat untuk bisa berswafoto saat mendapat kesempatan, merupakan fenomena yang tidak bersesuaian.

Karena itu, fenomena munculnya Adili Jokowi juga menjadi suatu bentuk ungkapan emosi atas kondisi sosial dan politik yang lahir dengan suatu proses.

Baca Juga: HEBOH Connie Rahakundini Bakrie Ngaku Amankan Dokumen Penting Hasto Kristiyanto di Rusia, Rocky Gerung Sebut Ada Kejahatan Jokowi

“Tentu gerakan vandalisme ini tidak lahir dalam ruang hampa, tapi tentunya lahir dalam sebuah ekspresi politik,” jelasnya.

Tulisan Adili Jokowi yang terpampang di sejumlah kota di Indonesia, menurut Adi merupakan bentuk ungkapan kekecewaan terhadap Joko Widodo.

Selain berpotensi dilakukan oleh suatu organisasi, munculnya aksi vandalisme juga mungkin dilakukan oleh individu.

Ketidakselarasan dengan kebijakan Presiden Jokowi di akhir-akhir masa tugas, menurut Adi menjadi salah satu penyebab munculnya fenomena tersebut.

Baca Juga: Jokowi Masuk Nominasi Pejabat Terkorup Dunia, KPK Bakal Turun Tangan?

Tujuan pembuatan tulisan di berbagai tempat, menurut Adi merupakan bentuk propaganda yang dimaksudkan untuk menyerang atau mendiskreditkan.

Dengan menghancurkan reputasi seseorang, Adi melihat pelaku vandalisme atau Pemberi Pesan akan memperoleh berbagai keuntungan.

Selain keuntungan yang bersifat pribadi, pelaku juga bukan mustahil akan memperoleh kepuasan secara politik.

Baca Juga: OCCRP Rilis Nama Jokowi Masuk Daftar Nominasi Tokoh Paling Korup di Dunia, Jokowi Mania: Ini Propaganda!

Terkait dengan dugaan pelaku baik pribadi atau kelompok yang menjadi pembawa pesan propaganda, Adi turut memberi pernyataan.

“Biasanya Sang Pemberi Pesan dalam gerakan propaganda semacam ini sulit untuk dideteksi, sulit dilacak, gerakannya bawah tanah,” pungkasnya.***

Reporter Karseno AJ
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil