AYOJAKARTA.COM -- Jusuf Kalla buka suara soal bagaimana perjalanan Indonesia mengajukan hingga batal jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20.
Seperti yang diketahui sebelumnya Indonesia sudah mempersiapkan menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20.
Israel pun lolos kualifikasi dan masuk dalam Piala Dunia U-20, dari sinilah muncul penolakan.
Baca Juga: Ribut Beda Data Transaksi Janggal Rp349 T Direspons Wamenkeu, Mahfud MD Tegaskan Hal Ini
Sebut saja Ganjar Pranowo dan I Wayan Koster yang menolak Israel tanding Piala Dunia U-20 saat Tuan Rumah di Indonesia.
Alasan yang dibeberkan menolak Israel yaitu salah satunya karena tak sesuai dengan ideologi Soekarno.
Banyak netizen yang berspekulasi jika olahraga sudah dicampuri oleh urusan Politik.
Jusuf Kalla pun menyebut hal yang sama dalam YouTube Metro TV saat ditanya tentang hal ini.
Baca Juga: Sidang AG Pacar Mario Dandy Digelar Tertutup, Ternyata karena Keluarga David Menolak Hal Ini
“Dengan alasan Israel tandong di Indonesia tidak sesuai dengan ideologi Presiden pertama. Apakah sangat kentara motif Politiknya pak JK?” tanya pembawa acara.
Jusuf Kalla mengatakan alasan sebenarnya hanya diketahui oleh yang menolak.
Namun, memang terlihat seperti ada kepentingan Politik dalam penolakan tersebut.
“Yang bisa jawab cuma yang menolak, kita tidak tau benarnya begitu, tapi nyatanya begitu,” ujar Jusuf Kalla.
Hal ini menurut JK membuat FIFA bingung, bagaimana Indonesia mengajukan akhirnya disetujui, sudah tanda tangan, namun tiba-tiba menolak salah satu partisipan.
“Itu juga yang saya kira membingungkan FIFA, karena sudah disetujui, ditandatangani semua pihak, tiba-tiba tidak boleh,” ungkap Jusuf Kalla.
Perkiraan Jusuf Kalla, hal ini bisa membuat Indonesia sama sekali tak memiliki kesempatan jadi Tuan Rumah Piala Dunia.
Baca Juga: Gelar Aksi Simpatik Dengan Kenakan Pita Hitam, Gen Z: Sepakbola di Indonesia Masih Banyak Masalah
“Ini mungkin saja 50 tahun atau 100 tahun kemudian kita tidak punya kesempatan lagi jadi tuan rumah World Cup ini,” ungkapnya.
Gimana menurutmu, apakah setuju dengan pernyataan Jusuf Kalla Indonesia bisa saja tak dijadikan Tuan Rumah bahkan 100 tahun lagi?***