AYOJAKARTA.COM – Mantan Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia (RI), Muhammad Jusuf Kalla mengomentari soal Piala Dunia U20.
Indonesia yang seharusnya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada bulan Mei 2023 harus dibatalkan oleh FIFA.
Batanya jadi tuan rumah itu setelah dua kepala daerah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali I Wayan Koster menolak Timnas Israel bertanding di Piala Dunia U-20.
Alih-alih mendapat dukungan, Ganjar Pranowo menjadi bulan-bulanan masyarakat karena dinilai menjadi penyebab batalnya Timnas Indonesia berlaga di Piala Dunia U-20.
Tidak hanya masyarakat, Timnas Indonesia sangat kecewa karena penolakan Israel membuat mimpinya bertanding di Piala Dunia U-20 hancur.
Jusuf Kalla menilai bahwa alasan FIFA membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah itu belum jelas.
Meski begitu Jusuf Kalla yakin penolakan Israel menjadi sebab Indonesia batal jadi tuan rumah U-20.
Baca Juga: Viral Video Rafael Alun Trisambodo Terciduk Menangis Heboh Usai Klarifikasi, Netizen: Akting Tuh!
“Kita tidak tahu apa yang jelas, tapi tentu salah satunya sebabnya karena tadi itu,” kata Yusuf Kalla, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube METROTV pada Sabtu, (1/4/2023).
Ternyata ini bukan pertama kali FIFA menggagalkan Indonesia menjadi tuan rumah.
Pada ajang internasional lain, RI juga gagal menjadi tuan rumah akibat sanksi dari FIFA.
“Karena ini bukan yang pertama, beberapa tahun yang lalu juga karena kita tidak izinkan Israel masuk, maka kita di banned oleh FIFA dan sebagainya,” ungkap Jusuf Kalla.
Larangan Israel bertanding di Piala Dunia yang digelar di Indonesia dinilai Jusuf sangat aneh.
Terlebih Presiden Joko Widodo sudah mengizinkan, akan tetapi dua Gubernur malah menolak.
“Jadi tentu yang paling mungkin larangan masuk ini memang sangat aneh, pemerintah pusat Bapak Presiden mengizinkan tapi Gubernur tidak mengizinkan,” tuturnya.
“Ini tentu artinya jadi bingung yang mana pemerintah di Indonesia ini, mungkin begitu barangkali,” sebut Jusuf Kalla.
Lebih lanjut, Mantan Wapres mempredikasi bahwa alasan Gubernur menolak Israel adalah terkait keamanan.
“Sehingga ketika Gubernur tidak setuju mungkin keamanannya terganggu itu salah satu alasannya mungkin seperti itu,” pungkas JK.***

Share this article
Jusuf Kalla menilai bahwa alasan FIFA membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah itu belum jelas. Keputusan pemerintah pun membingungkan.