AYOJAKARTA.COM — Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM, akan memberikan keterangan terkait transaksi senilai Rp300 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menjadi sorotan publik kepada DPR.
Selain itu Mahfud MD mengatakan akan menjelaskan masalah ini di hadapan DPR karena menurutnya masalah ini lebih fair untuk dibuka di sana.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia itu juga menegaskan bahwa PPATK telah memberikan informasi intelijen keuangan ke Kemenkeu tentang dugaan pencucian uang sekitar Rp300 triliun sejak tahun 2009.
Selaku yang mengetahui kasus tersebut, Mahfud MD menyatakan bahwa ia siap dengan data otentik yang akan ditunjukkan kepada DPR dan telah mengagendakan pertemuan dengan PPATK dan Kemenkeu untuk membuat terang masalah ini agar publik paham apa yang terjadi.
"Alhamdulillah, sy sdh tiba kembali di Jkt stlh pertemuan bilateral dan multilateral di Melbourne. Sy siap memenuhi undangan DPR utk menjelaskan dan menunjukkan daftar dugaan pencucian uang 300T di Kemenkeu. Masalah ini memang lbh fair dibuka di DPR. Sy tdk bercanda ttg ini," ujar Mahfud MD, dikutip AyoJakarta.com dari akun Twitter-nya, Ahad, 19 Maret 2023.
Mahfud juga menyoroti pernyataan terbuka Kepala PPATK yang menyebutkan bahwa informasi yang diberikan bukanlah soal pencucian uang, namun laporan dugaan pencucian uang yang harus ditindaklanjuti oleh penyidik/Kemenkeu.
Sementara itu, Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Awan Nurmawan Nuh juga menjelaskan bahwa transaksi mencurigakan sebesar Rp300 triliun di lingkungan Kemenkeu bukan korupsi maupun TPPU, melainkan hasil temuan PPATK.
Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, juga mengklarifikasi bahwa transaksi senilai Rp 300 triliun tersebut bukan soal adanya penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oleh oknum Kemenkeu, melainkan kasus-kasus kepabeanan, cukai, dan perpajakan yang telah di sampaikan ke Kemenkeu.
PPATK dan Kemenkeu terus berkoordinasi untuk menindaklanjuti kasus-kasus tersebut.
Sementara saat ini Mahfud MD telah siap untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi dengan datanya sambil menunggu tanggal pembahasan terkait transaksi senilai Rp300 triliun di Kementerian Keuangan.
"Sy siap dgn data otentik yg akan ditunjukkan kpd DPR. Senin sy standby, menunggu undangan," Ujar Mahfud MD.
Secara garis besar permasalahan terkait transaksi senilai Rp300 triliun di Kementerian Keuangan, akan di tindak lanjuti dengan secara serius oleh Mahfud MD.***