AYOJAKARTA.COM -- Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan kini sedang ramai dibicarakan karena diminta mundur dari jabatannya.
Sang Menteri Keuangan mendapat surat terbuka dari salah satu pegawai Direktorat Jenderal Pajak atau DJP yang meminta Sri Mulyani Mundur.
Bursok Anthony Marlon, terang-terangan meminta Sri Mulyani mundur dari posisi sebagai Menteri Keuangan.
Baca Juga: Tak Kuasa Tahan Tangis Hadapi Kasus Rafael Alun, Sri Mulyani: Kadang yang Terbaik Saja Tidak Cukup
Pegawai DJP dengan jabatan Kasubbag Tata Usaha dan Rumah Tangga di Kanwil DJP Sumatera II tegas mengungkapkan kekecewaannya.
Diungkap soal cara Sri Mulyani yang dinilai terlalu cepat untuk mengambil tindakan dan keputusan terhadap kasus Rafael Alun.
Sri Mulyani menegaskan jika banyak pegawai DJP yang memperlihatkan gaya hidup mewah.
Bahkan soal klub motor Harley di DJP yang ditindak tegas oleh Sri Mulyani.
Baca Juga: Sri Mulyani Dapat Cobaan Lagi, Ombudsman Laporkan Kemenkeu ke Presiden dan DPR RI, Ada Apa?
Hal ini membuat pegawai DJP ini mengungkapkan kekecewaannya.
"Kemudian baru saja Dirjen Pajak viral menampilkan gaya hidup mewahnya dengan menaiki moge Harley Davidson dengan komunitas Belasting Rijder-nya," katanya.
"Ibu pun langsung bertindak cepat yang pada akhirnya citra DJP hancur berantakan," tambah Bursok dikutip AyoJakarta.com dari Suara.com pada Jumat (3/3/2023).
Kekecewaan Bursok ini juga ditambah dengan laporan yang pernah disampaikan pada Sri Mulyani.
Sayang laporan soal perusahaan bodong ini tak digubris oleh sang Menteri Keuangan.
Padahal menurutnya ada indikasi keuangan negara rugi hingga triliunan rupiah.
Baca Juga: Sri Mulyani Pantau Pegawai Kemenkeu Lapor LHKPN, KPK Sudah Beri Tenggat Waktu
"Tidak Ibu gubris sama sekali, bahkan Ibu menutupinya dengan surat PALSU/ bodong dengan nomor S-11/IJ.9/2022 tanggal 21 April 2022," tulisnya.
Hal ini membuatnya meragukan integritas Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.
Bahkan ia menantang untuk mundur dari jabatannya tersebut.
"Bahwa kalau berbicara integritas, kenapa kok Ibu tidak mundur juga sekalian dengan Dirjen Pajak berikut para anggota komunitas Belasting Rijder-nya" tantangnya.
Ia juga mengungkap jika ada kecaman soal hidup mewah, namun tak ada pengawasan diri yang tidak bisa diawasi dan mengawasi.
"Mengecam tindakan hidup mewah, tapi diri sendiri tidak bisa mengawasi dan diawasi," tandasnya.***(Putri Ratnasari)
Disclaimer: Artikel ini sebelumnya telah tayang di Sumut Suara.com dalam artikel berjudul "Heboh Pegawai Pajak Minta Sri Mulyani Mundur, Bursok Anthony: Saya Tidak Takut."