Nasional

Bisa Melihat Sertifikat Vaksin di SatuSehat? Aplikasi Pengganti PeduliLindungi

Oleh: Admin Kamis 02 Mar 2023, 07:55 WIB
Bukan sepenuhnya tidak ada, aplikasi PeduliLindungi kini "berubah wujud" menjadi aplikasi SatuSehat.

AYOJAKARTA.COM -- Di tengah pandemi COVID-19 yang mereda, vaksinasi masih menjadi salah satu upaya penting dalam melindungi diri dari virus.

Setelah mendapatkan vaksin, penting untuk memperoleh sertifikat vaksinasi sebagai bukti bahwa seseorang sudah divaksinasi.

Namun, bagi beberapa orang, memperoleh sertifikat vaksinasi bisa menjadi masalah karena kini tidak ada aplikasi PeduliLindungi.

Baca Juga: Aplikasi Peduli Lindungi Baru atau Satu Sehat Eror? Apa Sebabnya? Warganet: Cek Serifikat Vaksin di Mana?

Bukan sepenuhnya tidak ada, aplikasi PeduliLindungi kini "berubah wujud" menjadi aplikasi SatuSehat.

Tapi, aplikasi SatuSehat yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan bisa digunakan untuk melihat sertifikat vaksinasi?

Dalam keterangannya di Instagram @pedulilindungi.id, transisi aplikasi PeduliLindungi ke SatuSehat Mobile akan berdampak kepada pembatasan akses ke beberapa fitur.

Baca Juga: CEK FAKTA: Beredar Informasi Mengenai Vaksin Booster ke 2 Harus Bayar 100 Ribu Rupiah, Benarkah?

Meski tidak disebutkan detail pembatasan fitur yang dimaksud, Kemenkes menyarankan agar masyarakat menyimpan sertifikat vaksin dalam bentuk fisik.

Bentuk fisik sertifikat vaksin dapat diperoleh dari fasilitas layanan kesehatan. Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk menyimpan sertifikat vaksin dalam bentuk digital.

Aplikasi SatuSehat

Untuk menggunakan aplikasi ini, pertama-tama perlu mengunduh aplikasi SatuSehat dari Google Play Store atau App Store.

Baca Juga: Gaes, Vaksin Booster 2 Tetap Gratis Kok

Penting untuk diingat bahwa meskipun sudah mendapatkan vaksinasi, tetap harus tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan secara teratur.

Vaksinasi hanya merupakan salah satu upaya dalam melindungi diri dari virus, namun tetap perlu diimbangi dengan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.***

Reporter Admin
Editor Tedi Rukmana