AYOJAKARTA.COM -- Sosok Febri Diansyah kuasa hukum Putri Candrawathi terpidana kasus pembunuhan Brigadir J rupanya ikut menanggapi kasus anak pejabat pajak yang tengah ramai saat ini.
Febri Diansyah yang merupakan mantan jubir KPK memberikan tanggapannya soal kasus anak pejabat pajak yang menganiaya seorang anak pejabat lain melalui akun media sosial Twitter miliknya.
Dalam cuitannya, Febri Diansyah selain mendoakan kesembuhan korban, dirinya juga mempertanyakan kinerja KPK atas kecurigaan harta kekayaan ayah pelaku yang merupakan pejabat pajak.
Kasus penganiayaan yang dilakukan sang anak tersebut memang membawa dampak bagi ayahnya yang bekerja di Dirjen Pajak dan diketahui memiliki harta kekayaan tak wajar.
Bahkan harta kekayaan milik sang ayah yang bernama Rafael Alun Trisambodo diketahui mencapai Rp 56 Miliar padahal posisinya hanya sebagai Kepala Bagian Umum Dirjen Pajak.
Kecurigaan masyarakat terhadap harta tak wajar milih Rafael Alun Trisambodo itupun sudah ditanggapi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Sri Mulyani dengan tegas meminta pencopotan jabatan Rafael serta pemeriksaan harta miliknya dan melibatkan KPK.
Ferbri Diansyah ikut tanggapi kasus anak pejabat pajak
Bahkan KPK dikatakan Febri Diansyah sudah mendeteksi kejanggalan harta para pejabat melalui LHKPN sudah lama namun tidak lantas memproses secara hukum.
"Semoga David diberikan kekuatan, segera sembuh & pulih, serta proses hukum terhadap pelaku berjalan sebaik2nya. Terkait kekayaan ayah tersangka, yg jd pertanyaan Saya, jk KPK telah mendeteksi LHKPN tdk wajar sejak lama, kenapa tdk memproses scr hukum?" cuit Febri.
"Smg jajaran Kemenkeu dan DJP jg dpt menanggulangi situasi ini dg baik. Agar masalah perorangan tdk terlalu berdampak negatif pd institusi. Tdk berlebihan jk situasi ini disebut masuk kondisi krisis dlm komunikasi.@prastow," tambahnya.
Cuitan Febri pun mendapat berbagai macam tanggapan
Ada yang sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Febri, namun ada juga yang justru malah menyentilnya.
Baca Juga: Geger! Febri Diansyah Diseret Paksa Setelah Terbukti Rekayasa Cerita Hingga Sogok Jaksa, Benarkah?
"Katanya rekening tidak wajar itu sudah dari tahun 2012 dan sudah dilaporkan ke KPK.
Berarti termasuk di zamanmu juga bang Febri," tulis akun @El***il4.
Pertanyaan itupun masih ditanggapi oleh Febri.
"Ya bs jadi.. tinggal dicek di bag mana yg tdk menjalankan tugasnua dg baik," jawab Febri.
Cuitan lain pun malah menyentil dan menghubungkannya dengan kasus Putri Candrawathi yang ditanganinya saat ini.
"Apakabar dgn putri kasihan udh bayar kmu mahal² ga ada gunanya juga.. pengacara abal-abal," cuit akun @Kad*****orwa.
"Gak berminat jadi pengacaranya pak? Kan hampir mirip² juga ama sebelumnya," tulis akun @ek**ou.
"Gak tertarik jadi kuasa hukum Mario Dandy dan Agnes bang? Kayaknya lumayan kayak ngurusin PC kemarin deh," timpal akun @sar***us19.
Namun cuitan cuitan sentilan itu tak mendapat tanggapan dari Febri Diansyah.
Febri hanya membalas cuitan terkait KPK dimana dia pernah bekerja dan informasi yang diketahuinya.***(Rosandra Gisca Andyna)