Nasional

Gempa Bumi Tektonik dengan Magnitudo 5,9 Terjadi di Kepulauan Babar, Berikut Tanggapan Ahlinya Gempa Bumi

Oleh: Karseno AJ Kamis 23 Feb 2023, 11:31 WIB
Gempa bumi di Kepulauan Babar

AYOJAKARTA.COM---Gempa Bumi dengan magnitudo sebesar 5,9 kembali terjadi di wilayah Indonesia, tepatnya di bagian Timur.

Gempa Bumi tektonik tersebut terjadi pada Rabu, 22 Februari 2023 kemarin pada pukul 18:34 waktu setempat.

Gempa bumi tektonik dirasakan di Tepa, kabupaten Maluku Barat Daya dan Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Sehubungan dengan adanya kabar gempa bumi tersebut, Daryono selaku Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, memberi keterangan.

“Gempa dirasakan di Tepa dengan skala III MMI,” ujar Daryono kepada awak media ketika memberi tanggapan.

Baca Juga: Turki Kembali Diguncang Gempa 6.4 M, Menewaskan 9 orang Dan Luka 294

MMI atau Modified Mercalli Intensity adalah satuan yang dijadikan sebagai tolok ukur untuk mengetahui kekuatan gempa bumi yang terjadi.

“Dan Saumlaki dengan skala intensitas II hingga III MMI,” imbuh Daryono seperti dikutip Ayojakarta dari malukuterkini.com pada Kamis, 23 Februari 2023 dalam artikel BMKG: Gempa m 59 Terasa III MMI di Tepa & Saumlaki

Adapun mengenai dampak dari gempa bumi tektonik dengan magnitudo sebesar 5,9 tersebut, Daryono belum mendapatkan laporan.

Terkait dengan adanya kemungkinan gempa tersebut dapat mengakibatkan tsunami atau tidak, lebih lanjut Daryono kembali memberi tanggapan.

Baca Juga: Jarang Terjadi! Daryono BMKG Sebut Gempa Jayapura Adalah Black Swan Earthqukes, Apakah Itu?

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami,” jelasnya.

Terkait dengan lokasi titik episenter atau lokasi pusat yang menimbulkan terjadinya gempa bumi, Daryono kembali memberi keterangan.

“Pusat gempa berada di koordinat 7,18° LS; 129,62° BT, atau berada di laut pada jarak 30 kilometer arah utara Pulau Babar, pada kedalaman 134 KM,”

Berdasarkan lokasi episenter serta kedalaman hiposenter, Daryono menambahkan bahwa gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa bumi menengah.

Sehubungan dengan penyebab terjadinya gempa di kepulauan Babar, Maluku Barat Daya tersebut, Daryono menjelaskan hal tersebut akibat adanya aktivitas subduksi Laut Banda.

Baca Juga: Makin Panas! Cuitan Dokter Tifa Terkait Teori Gempa Turki dan Suriah Senggol Daryono BMKG!

Terkait dengan jenis pergerakan atau pergeseran yang terjadi pada gempa sumber tersebut, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, memberi keterangan.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergeseran naik atau oblique thrust,” pungkas Daryono.

Sehubungan dengan adanya gempa bumi di Kepulauan Babar tersebut, selain keterangan dari Kepala Gempa dan Tsunami BMKG, gempa juga diinformasikan oleh SSGEOS.

Dalam akun twitternya @ssgeos yang diunggah pada 17 jam lalu, badan Pemantau Geometri yang berlokasi di Netherland ini juga sempat melakukan cuitan.

Baca Juga: Terbaru! Sesar Mataram Terpetakan di Yogyakarta, BPBD Tunggu Hasil Kajian BMKG untuk Menyusun Peta

Tagar Earthquake M5.6 – Kepulauan babar, Indonesia – 2023-02-22 09:34:05 UTC tulis akun Solar System Geometry Survey yang fokus terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.

Organisasi SSGEOS sempat menjadi viral usai salah satu pekerjanya, yakni Frank Hoogerbeets memprediksi Gempa Bumi Turki 3 hari sebelum benar-benar terjadi. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Kiki Dian Sunarwati