AYOJAKARTA.COM - Potensi kegempaan merupakan suatu hal yang sangat wajar terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.
Tak terkecuali di Daerah Istimewa Yogyakarta, ancaman-ancaman berupa potensi aktivitas gempa tektonik hingga vulkanik menjadi hal yang sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelumnya, peneliti dari BRIN mengklaim bahwa ada keberadaan sesar baru yang terpetakan bernama Sesar Mataram yang berlokasi di Kabupaten Sleman.
Baca Juga: Update! Gempa M 5.4 Guncang Sinabang Aceh, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Sehubungan dengan hal tersebut, BPBD DIY menyampaikan bahwa pihaknya sedang menunggu hasil kajian dari BMKG Yogyakarta pada saat ini.
"Kami secara resmi memang menunggu instansi yang kompeten dalam hal ini BMKG, kemudian dari segi peningkatan kapasitas masyarakat kami secara terus menerus menyampaikan bahwa di Yogyakarta ini banyak potensi ancaman bencana di antaranya gempa bumi, dan longsor," kata Manajer Pusdalops BPBD DIY Lilik Andi Aryanto dikutip AyoJakarta dari Republika.
BPBD pun memastikan bahwa pihaknya akan langsung menyusun peta risiko terjadinya gempa bumi baru, ketika BMKG telah memastikan keberadaan Sesar Mataram dari hasil kajiannya.
"Akan kami buat di mana saja titik rawan bencana gempa bumi. Jadi nanti akan muncul peta risiko kalau memang ada ancaman di situ," katanya.
Di sisi lain, Stasiun Geofisika Kelas I Sleman, melalui stafnya Ayu K Ekarsti mengungkapkan bahwa keberadaan Sesar Mataram belum bisa dipastikan oleh pihak BMKG.
Ia pun menyampaikan bahwa sesar tersebut belum bisa dikategorikan dalam golongan sesar berbahaya atau aktif.
"Untuk dapat memutuskan validitasnya diperlukan penelitian lanjut yang melibatkan berbagai metode dari banyak disiplin ilmu seperti geofisika, geologi, maupun geodesi," kata Ayu seraya meminta masyarakat tidak resah dengan hasil studi tersebut.
Baca Juga: Biografi Asep Iwan Iriawan, Sobat Pengadilan Richard Eliezer dan Sang Pakar Hukum!
Sesar Mataram
Dikutip AyoJakarta.com dari sistus BRIN, disebutkan bahwa sesar baru bernama Sesar Mataram telah terpetakan di Yogyakarta berdasarkan studi yang dilakukan.
Menurut mereka, keberadaan sesar mataram ini berasosiasi dengan opset stream, tetapi belum dilakukan studi lebih lanjut.
“Gempa terakhir yang terjadi pada sesar ini terjadi sekitar abad ke-17an. Di wilayah Yogyakarta juga ada yang dikenal sebagai Sesar Opak yang menyebabkan gempa tahun 2006. Disini dipetakan Sesar aktif baru yaitu Sesar mataram. Studi yg dilakukan antara lain studi survey geolistrik dan pemetaan berdasarkan morfologi disini terlihat Sesar Mataram ini berasosiasi dengan opset stream tp belum ada studi yang lebih detail,” terangnya.***

Share this article
Informasi seputar Sesar Mataram yang ditemukan di Yogyakarta, BPBD sebut akan tunggu kajiand ari BMKG untuk...