Nasional

Tak Gentar! Ada Isu Lobi-lobi Vonis Ferdy Sambo, Wakil Ketua Mahkamah Agung Bilang Begini

Oleh: Putri Ratnasari Rabu 08 Feb 2023, 12:47 WIB
Tak Gentar! Ada Isu Lobi-lobi Vonis Ferdy Sambo, Wakil Ketua Mahkamah Agung Andi Samsan Nganro Bilang Begini

AYOJAKARTA.COM - Wakil Ketua Mahkamah Agung, Andi Samsan Nganro mengaku tidak mendengar adanya lobi-lobi vonis Ferdy Sambo kepada hakim.

Andi mengetahui adanya isu tersebut justru dari pemberitaan di media.

Melansir dari kanal YouTube KOMPASTV, Andi mengatakan pendapatnya mengenai lobi vonis Ferdy Sambo tersebut.

Baca Juga: Jelang Vonis Hakim, Hard Gumay Ramal Nasib Ferdy Sambo dan Richard Eliezer, Bocorkan Jawaban Mengejutkan!

"Kami hanya tahu membaca dari media, kok ada upaya-upaya untuk melobi," ujarnya.

Ia mengaku pihaknya tidak gentar karena beredarnya isu yang mengatakan ada lobi di vonis terdakwa Ferdy Sambo.

"Tapi kita tidak gentar begitu bahwa itu ya seringkali ada isu-isu begitu," imbuh Andi.

Dia pun menjelaskan bahwa ia percaya hakim akan menjaga independensinya.

Baca Juga: Terungkap! Sebelum Bharada E, Ternyata Sosok Ini Jadi Justice Collaborator yang Dirugikan, sampai Dihukum Mati

Andi juga berharap nantinya hakim akan menjatuhkan putusan yang memenuhi rasa keadilan.

"Kami percaya bahwa Majelis Hakim yang menangani perkara ini tentu akan menjaga Independensinya," tutur Andi

"Dan mudah-mudahan akan menjatuhkan putusan memenuhi harapan masyarakat," tandasnya.

Isu adanya lobi tersebut sebelumnya pernah disampaikan oleh Menkopolhukam yakni Mahfud MD.

Mahfud MD sempat membenarkan adanya gerakan bawah tanah atas vonis Ferdy Sambo.

Hal inilah yang akhirnya menjadi perbincangan panas di kalangan masyarakat.

Sejak mencuatnya kasus pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga waktu lalu, publik seringkali dibuat penasaran.

Drama demi drama turut mewarnai jalannya persidangan perkara tersebut.

Tak hanya itu, misteri skenario palsu Ferdy Sambo juga tidak kalah mencuri perhatian masyarakat.

Yang mana pada awal kasus pembunuhan ini, disebutkan bahwa hal itu terjadi karena adnaya baku tembak antara Richard Eliezer dengan Brigadir J.

Namun hingga akhirnya, Richard Eliezer mengaku peristiwa itu bukan tembak-menembak melainkan penembakan.***

Reporter Putri Ratnasari
Editor Aulli R Atmam