Nasional

Waduh! Isu Gerakan Bawah Tanah Ferdy Sambo Dibilang Cuma Bikin Heboh, Mahfud MD Dianggap Tak Paham soal Polisi

Oleh: Putri Ratnasari Rabu 08 Feb 2023, 10:56 WIB
Waduh! Isu Gerakan Bawah Tanah Ferdy Sambo Dibilang Cuma Bikin Heboh, Mahfud MD Dianggap Tak Paham soal Polisi

AYOJAKARTA.COM - Ucapan Menkopolhukam Mahfud MD yang menyatakan adanya Gerakan Bawah Tanah di kasus Ferdy Sambo beberapa waktu lalu membuat heboh.

Namun berbeda dengan Mahfud MD, Guru Besar Universitas Bhayangkara, Hermawan Sulistyo mengatakan hal yang berlawanan.

Hermawan Sulistyo menanggapi statement Mahfud MD.

Baca Juga: Vonis Untuk Bharada E: Ringan Seperti Feeling Mahfud MD, Tetap 12 Tahun atau Tambah Berat buat Richard Eliezer

Hermawan menilai Mahfud MD tidak paham soal polisi sehingga pernyatannya pun dianggap ngawur.

Menurutnya, pernyataan Menkopolhukam itu hanya membuat heboh publik.

"Mahfud nggak ngerti polisi itu apa, kalau statemennya Mahfud kan selalu bikin heboh aja," kata Hermawan Melansir dari kanal YouTube KOMPASTV

Ia mengatakan jika di dalam militer terdapat prinsip komando. Akan tetapi jika seorang militer sudah pensiun, dia tidak bisa lagi melakukan komando tersebut.

Baca Juga: Terungkap! Sebelum Bharada E, Ternyata Sosok Ini Jadi Justice Collaborator yang Dirugikan, sampai Dihukum Mati

Hal itu karena kekuasaannya memang berdasarkan struktur organisasi.

"Kalau di militer ada prinsip komando, sehingga mungkin bisa dilakukan kalau dia masih militer aktif. Kalau dia sudah pensiun tidak ada lagi komando karena sumber kekuasaannya itu dari struktur kepangkatan," terangnya.

Lalu dia pun menjelaskan jika seorang polri masih aktif, dia akan memiliki musuh juga sesama polisi.

"Nah kalau di Polri, harus dicatat, bahwa selama masih aktif, musuhnya polisi itu dalam tanda petik itu sesama polisi," ujarnya.

Sebab menurut Guru Besar Universitas Bhayangkara, tidak ada struktur komando di dalam polri.

Namun menurut Hermawan Sulistyo, di dalam Polri terdapat prinsip diskresi, yakni keleluasaan untuk mengambil keputusan sendiri.

Kasus yang menewaskan Brigadir J ini memang selalu mencuri perhatian masyarakat sejak pertama kali muncul.

Berawal dari skenario tembak-menembak, hingga akhirnya Bharada E membongkar bahwa kasus itu adalah penembakan.

Kelima terdakwa dalam perkara pembunuhan Brigadir J ini masih menunggu vonisnya masing-masing.***

Reporter Putri Ratnasari
Editor Aulli R Atmam