AYOJAKARTA.COM - Menkopolhukam Mahfud MD jadi salah satu tokoh yang vokal berbicara soal kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Salah satu terdakwa kasus pembunuhan Yosua, Richard Eliezer alias Bharada E bahkan mendapat dukungan dari Mahfud MD.
Dukungan Mahfud MD pada Richard Eliezer soal kasus pembunuhan Yosua sempat viral di media sosial.
Namun ternyata ada netizen yang tak setuju dan memberikan koreksi pada Mahfud MD lewat akun sosial media Twitter.
Akun Twitter @KI_kompor01 menyampaikan balasan pada Mahfud MD pada Jumat (27/1/2023).
"Sedikit koreksi prof, yang membuka kasus sambo bukan Eliezer tapi keluarga joshua," tulisnya pada cuitan Mahfud MD.
"Eliezer hanya disuruh mengaku siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan berencana. Bukan Eliezer yang membuka kasus sambo," tambahnya dalam unggahan tersebut.
Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Bongkar Soal Gerakan Bawah Tanah Kasus Ferdy Sambo: Saya Punya Rekamannya!
Pada Sabtu (28/1/2023) Mahfud MD memberikan balasan terkait siapa yang bongkar kasus pembunuhan Yosua.
Ditegaskannya jika koreksi yang disampaikan justru keliru.
Bahkan Mahfud MD juga bicara soal soal alur sebenarnya terbongkarnya kasus pembunuhan Yosua.
Ia menyebut bahwa jika keluarga Yosua melapor pada 7 Agustus 2023.
"Koreksinya keliru. Keluarga Jushua sdh melapor ke sana kemari ttg kejanggalan tewasnya Joshua. termasuk melapor ke Polhukam tgl 7/8/22," balas Mahfud MD.
Namun saat pelaporan, kasus pembunuhan Yosua masih gelap karena adanya skenario tembak menembak.
Bahkan Richard Eliezer masih mengaku jika ia pelaku tunggal sesuai skenario Ferdy Sambo.
Hingga akhirnya pada tanggal 8 Agustus 2022, Richard Eliezer mengatakan yang sesungguhnya.
"Tp kasusnya gelap, krn skenarionya tembak menembak dan Eliezer mengaku selalu pelaku tunggal. Tp tgl 8/8/22 Eliezer membuka fakta yg sebenarnya," tandasnya seperti dikutip AyoJakarta.com pada Senin (30/1/2023).
Kasus pembunuhan Yosua hingga kini masih berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.***