Nasional

Soleman B Ponto Ungkap Richard Eliezer Miliki Pangkat Sangat Rendah yang Mengharuskan Tak Boleh Berpikir

Oleh: Awit Wiarni Rabu 25 Jan 2023, 14:31 WIB
Soleman B Ponto Ungkap Richard Eliezer Miliki Pangkat Sangat Rendah yang Mengharuskan Tak Boleh Berpikir

AYOJAKARTA.COM – Sebagai Pengamat Intelijen, Soleman B Ponto mengamati tuntutan yang diberikan Jaksa kepada terdakwa Ferdy Sambo dan Richard Eliezer.

Menurut pengamatan, Soleman B Ponto membenarkan bahwa ada indikasi gerakan bawah tanah yang mempengaruhi tuntutan Richard Eliezer dan Ferdy Sambo.

Sebelumnya kecurigaan soal tuntutan Richard Eliezer dan Ferdy Sambo ini sudah terlebih dahulu disampaikan oleh Menko Polhukam Mahfud MD bahwa ada yang ingin mempengaruhi hasil tuntutan.

“Saya melihat dari ilmu intelijen ya. Dari sisi intelijen kita selalu melihat indikasi, ingat indikasi. Saya mau melihat dulu pertama putusan terhadap Pak Sambo. Sambo saya melihat ada indikasi itu ada,” kata Soleman B Ponto.

Baca Juga: Buntut Tuntutan 12 Tahun Bagi Richard Eliezer, 18 Januari Akan Diperingati Sebagai Hari Patah Hati Bagi NKRI?

Di dalam sidang tuntutan terdakwa Ferdy Sambo, tidak disebutkan adanya hal yang bisa meringankan tuntutan.

Ferdy Sambo dituntut penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum karena kejahatannya telah memenuhi unsur-unsur dari pasal 340 KUHP.

“Di persidangan, semua unsur-unsur hukuman maksimum itu sudah terpenuhi. Ada 2 masalah di situ, dia sebagai untuk membunuh dan ada lagi sebagai obstruction of justice,” ujar Soleman B Ponto.

Menurut Soleman B Ponto, jika dilihat dari pelanggaran hukum yang telah diperbuat oleh Ferdy Sambo maka sudah terpenuhi unsur-unsur untuk menjatuhi hukuman maksimal berupa hukuman mati.

Baca Juga: Waduh! Putri Candrawathi Berniat Bunuh Diri karena Tak Kuat Lagi Mendapat Kecaman, Sosok Ini Beri Harapan

“Tidak ada satupun hal-hal yang meringankan, jadi terpenuhi itu hukuman mati, maksimum, tapi kan seumur hidup,” ujar Soleman B Ponto.

Namun Jaksa Penuntut Umum memberi tuntutan penjara seumur hidup. Maka dari itu, Soleman B Ponto berpendapat bahwa ada indikasi gerakan bawah tanah yang mempengaruhi tuntutan.

Selain mengamati tuntutan yang diberikan Jaksa kepada Ferdy sambo, Soleman B Ponto juga mengamati tuntutan 12 tahun penjara yang diberikan Jaksa kepada terdakwa Richard Eliezer.

Ia mengungkapkan dari 20 pangkat di kepolisian, Richard Eliezer berada di urutan yang sangat rendah dan berada paling bawah.

Baca Juga: Suara Bergetar, Ferdy Sambo Akui Skenario Penembakan hingga Mengutip Ayat dari Alkitab di Sidang Pledoi

Berbeda dengan Ricky Rizal yang berada 6 tingkat di atas Eliezer, ia sudah terbiasa memiliki otoritas sendiri.

Sedangkan Richard Eliezer, karena kedudukannya yang sangat rendah, Soleman B Ponto mengatakan bahwa ia bahkan tidak boleh berpikir dan harus selalu mematuhi perintah dari atasannya.

“Yang namanya Eliezer itu Bharada, Bantara 2 itu kalau kita bilang itu alas sepatu yang paling di bawah sekali,” ujar Soleman B Ponto.

“Pangkat yang paling di bawah sekali itu di Brimob itu tidak pernah boleh berpikir. Mereka itu hanya melaksanakan perintah,” tambahnya.

Jadi pada saat kejadian pembunuhan Yosua, Eliezer hanya menjalankan perintah yang diberikan oleh atasannya yaitu Ferdy Sambo yang pada saat itu menjabat sebagai Kadiv Propam Polri, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube MetroTV (25/1/2023).***

Reporter Awit Wiarni
Editor Rohmana Kurniandari