Nasional

Ternyata Ini Tindakan Kuat Maruf sebagai Bukti Loyalitas Tingginya untuk Ferdy Sambo Hingga Rela Jadi Terdakwa

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Sabtu 14 Jan 2023, 21:07 WIB
Terdakwa Ricky Rizal (kiri) dan Kuat Maruf (kanan) bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (2/1/2023).

AYOJAKARTA.COMKuat Maruf kembali jalani sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa pada Senin, 9 Januari 2023 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Saat itu Kuat Maruf mengaku memiliki tingkat loyalitas yang tinggi kepada Ferdy Sambo karena tidak mau disebut sebagai pengkhianat.

Kuat Maruf bahkan mengikuti semua perintah Ferdy Sambo hingga akhirnya dirinya ikut dijadikan terdakwa dalam kasus pembunuhan Brigadir J ini.

Baca Juga: 9 Kejanggalan Putri Candrawathi dari Pelecehan hingga di Lantai 3 Bareng Kuat Maruf, Yonathan Geleng-Geleng

Kuat Maruf ternyata rela melakukan hal ini hanya untuk melindungi Ferdy Sambo atasannya.

Hal itu disampaikan Kuat Maruf saat Jaksa bertanya perihal skenario Ferdy Sambo soal tembak menembak.

Ternyata Kuat Maruf menjadi orang terakhir yang menceritakan soal skenario Ferdy Sambo tentang tembak menembak yang menewaskan Brigadir J.

Hal itu dia lakukan semata-mata karena tingkat loyalitasnya pada Ferdy Sambo dan tak mau disebut sebagai pengkhianat.

Baca Juga: Kuat Maruf Rela Jadi Orang Terakhir Akui Skenario Ferdy Sambo, Loyalitas dan Kesetiaan Tak Bisa Diragukan Lagi

“Saudara terdakwa, tadikan saudara bilang di telepon oleh Ferdy Sambo untuk mengaku. Kenapa saudara harus ditelepon oleh Ferdy Sambo?” tanya Jaksa kepada Kuat Maruf, dikutip dari siaran Kompas TV, Sabtu, 14 Januari 2023.

“Saya takutlah bapak ini gimana si,” ujar Kuat Maruf kepada Jaksa.

“Takut kenapa?” tanya Jaksa lagi.

“Ya takut sama bapak lah,” jawab Kuat dengan sedikit agak keras.

“Takut sama Ferdy Sambo? Akhirnya anda tidak mau menjawab?” cecar Jaksa.

“Iya,” jawab Kuat.

“Anda tetap pada skenario? Sekuat itu sesuai dengan nama saudara janji saudara kepada Ferdy Sambo” tanya Jaksa.

Baca Juga: Paling Kocak di Persidangan, Celetukan Kuat Ma'ruf Sukses Bikin Hakim Tertawa: Kadang Saya Enek

“Iya saya takut sama bapak,” jawab Kuat.

“Pada saat itu apakah saudara juga tahu bahwa saudara adalah orang terakhir yang tidak mengakui, yang lainnya pada ngaku ini,” ucap Jaksa.

“Betul,” ujar Kuat.

“Anda sudah diberitahukan oleh penyidik?” cecar Jaksa lagi.

“Sudah diberitahu,” jawab Kuat.

“Dan tetep ngga ngaku?” tanya Jaksa heran.

“Tetep ngga ngaku,” jawab Kuat.

Jaksa menilai bahwa Kuat Maruf sangat loyal dan memegang kuat janjinya kepada Ferdy Sambo soal skenario tembak menembak.

Baca Juga: Kebohongan Terendus, Siasat Putri Candrawathi Jawab Lupa Usai Hakim Tunjukan CCTV Berduaan Bareng Kuat Maruf

Ternyata Kuat Maruf beralasan hal itu dilakukannya karena tidak ingin berkhianat kepada atasannya Ferdy Sambo.

“Kuat banget ya sesuai dengan namanya ya, memegang janji ya?” tanya Jaksa.

“Ya intinya saya ngga mau jadi orang yang berkhianat gitu aja Pak,” jelas Kuat Maruf.

“Oh tidak mau jadi pengkhianat,” sindir Jaksa.

Jaksa kemudian melanjutkan pertanyaan terkait pemeriksaan di Provost oleh penyidik kepada Kuat Maruf.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Tedi Rukmana