9 Kejanggalan Putri Candrawathi dari Pelecehan hingga di Lantai 3 Bareng Kuat Maruf, Yonathan Geleng-Geleng

Terdakwa kasus pembunuhan berencana Putri Candrawathi saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (17/10/2022).

Terdakwa kasus pembunuhan berencana Putri Candrawathi saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (17/10/2022).

AYOJAKARTA.COM - Yonathan Baskoro selaku pengacara Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, menilai banyak kejanggalan terhadap keterangan Putri Candrawathi dalam kasus yang melibatkan Ferdy Sambo cs.

Mulai dari pernyataan Putri Candrawathi yang dilecehkan oleh Brigadir Yosua, yang padahal kasus itu sudah dihentikan karena merupakan tidak tindakan pidana, namun malah diungkit lagi dalam persidangan.

Bahkan, Putri Candrawathi mengaku diikuti oleh Kuat ma'ruf ke lantai tiga di Rumah Saguling, padahal bukti rekaman CCTV dia terlihat mengajaknya.

Dikutip AyoJakarta.com melalui kanal YouTube Uya Kuya TVYonathan sebut 9 kejanggalan yang disampaikan oleh Putri Candrawathi pada persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

Baca Juga: Chuck Putranto Dicecar Pertanyaan Jaksa, Ungkap Isi Chat Putri Candrawathi Hingga Kekecewaannya kepada Sambo!

1. Kasus pelecehan seksual di Duren tiga sudah dihentikan

Yonathan sebagai pengacara Brigadir Yosua menyebut bahwa, sebelumnya kasus pelecehan seksual di Duren Tiga sudah terbukti tidak ada dan dihentikan penyidikannya.

"Kalo kita mau ngomongin pelecehan seksual, sejak awal, pelecehan seksual ketika dikatakan di Duren Tiga, sudah tidak ada, sudah dikeluarkan SP 3 dihentikan penyidikan tersebut karena tidak ada peristiwa pidana," ujar Yonathan.

Namun, hal itu masih disebut di persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua dan dijadikan alasan oleh Putri Candrawathi.

Baca Juga: Kena Skakmat Hakim karena Ketahuan Berbohong, Putri Candrawathi Ngeles: Saya Juga Lupa Saya Ngapain di Situ…..

2. Kasus pelecehan seksual diganti menjadi pemerkosaan

Dinyatakan kasus pelecehan sebelumnya terjadi di Duren Tiga, dan sudah diberhentikan, namun ternyata dalam persidangan kasus tersebut berubah menjadi kasus pelecehan di Magelang.

Bahkan ternyata bukan lagi disebut pelecehan, melainkan pemerkosaan.

"Kemudian berubah menjadi pelecehan di Magelang, tetapi ketika kita mengikuti fakta di persidangan, ternyata banyak kejanggalan terkait pelecehan seksual ini," jelas Yonathan.

"Yang tadi sudah di SP 3 berubah di Magelang, kemudian berubah lagi di persidangan pelecehan jadi pemerkosaan, padahal pelecehan dan pemerkosaan itu dua hal yang sangat jauh berbeda," sambungnya.

3. Tidak ada bukti visum pelecehan seksual

Selain itu, pelecehan seksual yang dikaitkan tersebut ternyata tidak ada bukti visum yang menguatkan kebenarannya.

Padahal ahli kriminologi sudah berkata bahwa jika korban sudah mengalami pelecehan seksual harus ada bukti visum.

"Tetapi tidak ada bukti visum, sedangkan kalau kita melihat fakta di persidangan, ahli kriminologi itu sudah berkata kalau korban pelecehan seksual itu harus ada visum," jelas Yonathan

"Cuman kan disini pembelaan dari kubu FS dan PC, keterangan terdakwa PC dalam hal ini tidak berdiri sendiri didukung oleh Ahli Psikologi Forensik," lanjutnya.

Ahli Psikologi Forensik tersebut merupakan ahli yang memeriksa Putri Candrawathi, sementara pelecehan seksual di Duren Tiga tersebut dinyatakan sudah tidak ada.

Baca Juga: Kebohongan Terendus, Siasat Putri Candrawathi Jawab Lupa Usai Hakim Tunjukan CCTV Berduaan Bareng Kuat Maruf

4. Putri Candrawathi disebut alami 'Freeze' setelah dilecehkan, tetapi masih bisa menenangkan Kuat Ma'ruf

Pada persidangan, Ahli Psikologi Forensik mengatakan, setelah kejadian pelecehan seksual, Putri Candrawathi mengalami 'freeze' sehingga tubuhnya tidak bisa bergerak.

"Dari Ahli Psikologi Forensik ini mengatakan bahwa, pada saat kejadian itu, PC itu mengalami 'Freeze' dari otak sampai kaki, jadi dari semua bagian tubuh 'freeze' tidak dapat bergerak," ujar Yonathan.

Namun, di fakta persidangan ternyata Putri Candrawathi sempat memanggil Susi dan Kuat Ma'ruf, bahkan ia sempat menenangkan Kuat Ma'ruf yang marah.

"Tapi di fakta persidangan apa yang disampaikan, ternyata PC sempat manggil-manggil, manggil Susi, manggil kuat," kata Yonathan.

"Alih-alih menenangkan diri habis diperkosa dan dibanting, Kuat yang katanya marah-marah dia masih bisa menenangkan Kuat, nah inikan sudah tidak masuk diakal sebetulnya," sambungnya.

5. Setelah mengalami pelecehan seksual, Putri Candrawathi masih mau berbincang dengan Yosua

Kejanggalan lainnya terlihat ketika, muncul fakta persidangan bahwa Putri Candrawathi masih mau berbicara empat mata dengan Yosua setelah kejadian pelecehan seksual.

"Kemudian yang lebih hebat lagi, setelah diperkosa, dibanting-banting, masih bisa memanggil yang memperkosa dan membanting-banting dia," jelas Yonathan

"Dipanggil ke dalam kamar, ngobrol empat mata, itu secara logika sederhana aja gak mungkin yang memerkosa dipanggil lagi," lanjutnya.

Baca Juga: Jaksa Sampai Heran! Putri Candrawathi Mengaku Lebam Di Paha Kiri Akibat Tindakan Brigadir J, tapi......

6. Putri Candrawathi juga masih mau satu mobil, bahkan memanggil Yosua dengan sapaan 'Dek'

Setelah kejadian pelecehan seksual tersebut, saat Putri Candrawathi berangkat dari Saguling ke Duren Tiga, dia masih mau berada dalam satu mobil bersama Yosua.

Bahkan yonathan menyinggung Putri Candrawathi memanggil Yosua dengan panggilan 'dek'.

"Kejanggalan yang lain adalah PC ini dari Saguling ke Duren Tiga itu masih mau satu mobil sama Dek Yosua," ungkap Yonathan.

7. Putri Candrawathi bantah ajak Kuat Ma'ruf naik ke lantai tiga di Rumah Saguling

Putri Candrawathi sempat mengaku, ia tidak mengajak Kuat Ma'ruf ikut bersamanya ke lantai tiga Rumah Saguling.

Menurutnya, saat itu Kuat Ma'ruf yang mengikutinya, padahal ternyata pada saat Majelis Hakim memutar rekaman CCTV, Putri Candrawathi memberi isyarat tangan yang mengajak Kuat Ma'ruf ke lantai 3 di Rumah Saguling.

"Begitu juga dengan dia naik ke lantai tiga, yang katanya Kuat tiba-tiba ngikutin, tapi kemarin menurut saya itu skakmat waktu Majelis Hakim memutar CCTV pada saat Putri naik ke lantai tiga," ujar Yonathan

"Ternyata tangan putri yang begini (seolah mengajak) ternyata memanggil Kuat untuk ikut ke atas dan itulah kita gak tau di lantai tiga mereka ngapain," lanjutnya.

8. Putri Candrawathi tidak tau soal penembakan Yosua, padahal saat kejadian dia berada dekat TKP

Pada persidangan, Putri Candrawathi mengaku tidak melihat Yosua saat kejadian penembakan, dan selain itu ia mengaku tidak tahu apa-apa dan bahkan tidak bertanya setelah mendengar letusan tembakan.

"Dan yang lebih lucu lagi PC ini katanya dikamar, jarak kamar itu dekat dengan TKP penembakan, dia mendengar letusan, setelah itu Ferdy Sambo masuk ke dalam untuk menjemput dia keluar. Tapi lucunya dia tidak melihat Yosua, padahal Yosua di depan kamar itu, tidak tahu itu ada apa, bahkan lebih parah itu tidak bertanya," ungkap Yonathan

"Harusnyakan terdengar suara di depan kamar 'weh itu apa tuh' kalo ini gak nanya sama sekali," tambahnya.

Baca Juga: Momen Putri Candrawathi Nyuruh Hakim di Persidangan

9. Putri Candrawathi mengaku baru tau Yosua meninggal setelah sehari kejadian

Setelah sebelumnya diketahui bahwa, setelah kejadian penembakan Yosua, Putri Candrawathi berada dekat dengan TKP.

Bahkan ia sempat dijemput suami nya, yakni Ferdy Sambo untuk keluar, dan melewati jenazah Yosua.

Namun ia bersikeras mengaku tidak tahu kejadian penembakan Yosua, bahkan ia baru tau kematian Yosua sehari setelah kejadian.

"Tapi kenyataannya ternyata disampaikan dia tidak tahu ada apa disitu, tidak melihat ada apa, ditambah-tambahin lagi dia baru tau Yosua meninggal itu tanggal 9 besoknya lagi," jelas Yonathan.

Dari sekian banyaknya kejanggalan yang ditemukan di persidangan, Yonathan mengaku hanya bisa geleng-geleng.

"Kita cuman bisa geleng-geleng dan gak habis pikir," ujar Yonathan.

Sejauh ini, persidangan kasus pembunuhan Yosua masih berlangsung, dan sudah memasuki babak-babak akhir.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 13 Jun 2026, 22:09 WIB

Reservasi Dibuka 16 Juni! Tiket Masuk Ancol Gratis 3 Hari Special HUT ke-499 DKI Jakarta

Reservasi tiket gratis mulai dibuka pada 16 Juni 2026 melalui situs resmi ancol.com.

News 13 Jun 2026, 22:02 WIB

Jawab Tuntutan Mahasiswa Soal Pemborosan Program MBG, Bakom RI: Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI, Muhammad Qodari, menyatakan bahwa efisiensi keuangan negara telah menjadi prioritas utama Prabowo sejak awal menjabat.

News 13 Jun 2026, 21:08 WIB

Gejayan Memanggil! Giliran Massa di Jogja Gelar Aksi Susul Demo BEM UI di Jakarta

Setelah aksi mahasiswa memadati kawasan Thamrin, Jakarta pada Jumat kemarin, kini giliran massa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Memanggil menggelar demo di pertigaan Gejayan, Sabtu, 13 Juni 2026.

Metropolitan 13 Jun 2026, 20:42 WIB

Komnas PA DKI Jakarta: Aksi Perundungan Bocah hingga Kesetrum di Senen Tindakan Kriminal

Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha, menegaskan bahwa aksi kekerasan tersebut sudah masuk dalam kategori tindakan kriminal.

News 13 Jun 2026, 20:29 WIB

Kejagung Bongkar Korupsi Motor Listrik BGN: Vendor 'Nakal' Mark Up Harga, Padahal Barang Belum Dirakit

Dalam temuan terbaru, pihak vendor diduga melakukan penggelembungan harga atau markup besar-besaran, sementara unit motornya sendiri diketahui belum selesai dirakit.

Pendidikan 13 Jun 2026, 20:20 WIB

Festival Budaya Maritim Unpad 2026: Kreativitas Mahasiswa Angkat Warisan Nusantara

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran menggelar  Festival Budaya Maritim: Jejak Budaya Maritim Warisan Dunia sebagai proyek Ujian Akhir  Semester (UAS).

News 13 Jun 2026, 19:41 WIB

Babak Baru Kasus Korupsi MBG, Tersangka Kelima Andri Mulyono Pemenang Tender Motor Listrik Mark Up Rp1,1 Triliun!

Tersangka kelima, Andri Mulyono, menjadi sorotan karena berhasil memenangkan tender pengadaan motor listrik senilai kurang lebih Rp 1,1 triliun di BGN.

News 13 Jun 2026, 17:48 WIB

Ketua DPP PSI Grace Natalie: Jokowi Siap Gunakan Jaket PSI Menjadi Ketua Dewan Pembina

Sudah sembuh, Joko Widodo (Jokowi) akan secara resmi menjadi Ketua Dewan Pembina PSI.

Sport 13 Jun 2026, 17:44 WIB

Antusiasme Tinggi! 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama BTN Jakarta International Marathon 2026

BTN Jakarta International Marathon 2026 sukses digelar! Sebanyak 20.500 pelari meriahkan hari pertama. Cek keseruan event akbar ini!

Metropolitan 13 Jun 2026, 17:32 WIB

Warga Jakarta Merapat! Festival Muharram 2026 Siap Digelar di Taman Bendera Pusaka, Cek Jadwal dan Lineup-nya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi mengumumkan akan menggelar Festival Muharram Jakarta 2026 pada pertengahan Juni ini.

Metropolitan 13 Jun 2026, 16:39 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Khusus Malam Ini 6 Lokasi Ikonik di DKI Jakarta akan Mati Lampu

Warga Jakarta siap-siap, sejumlah titik ikonik di Ibu Kota dipastikan bakal gelap gulita malam ini, Sabtu, 13 Juni 2026.

Metropolitan 13 Jun 2026, 16:32 WIB

Catat Ya! Kriteria Pengunjung Jakarta Fair 2026 Ini Gratis, Ada TNI/Polri, Lansia hingga Anak-anak

Ajang pameran dan hiburan terbesar, Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026, telah resmi dimulai sejak 11 Juni hingga 12 Juli mendatang.

Khazanah 13 Jun 2026, 12:51 WIB

Sambut Tahun Baru Islam, Pemprov DKI Jakarta Gelar Festival Muharram 1448 H 14-15 Juni 2026

Festival ini sebagai rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 2026 yang akan digelar di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan.

Jakarta Utara 13 Jun 2026, 12:22 WIB

Cuaca Memburuk dan Diduga Kelebihan Muatan, 26 Penumpang dan 3 Awak KM Sumber Makmur Dievakuasi ke Pulau Panggang

KM Sumber Makmur sempat mengalami kendala saat berlayar di perairan Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Sabtu (13/6) pagi.

Metropolitan 13 Jun 2026, 10:33 WIB

Ramai Keluhan CCTV di Kawasan Bundaran HI Tak Bisa Diakses, Pemprov DKI Sebut Gangguan Ada di Situs Pihak Ketiga

Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya informasi mengenai beberapa titik CCTV di kawasan Bundaran HI yang disebut tidak dapat diakses publik.

Metropolitan 13 Jun 2026, 10:21 WIB

45 Ribu Pelari Ramaikan BTN Jakarta International Marathon 2026, Pramono: Nikmati dan Bergembiralah

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara langsung melepas peserta kategori 5K dan 10K dari kawasan Parkir Timur GBK.

Jakarta Pusat 13 Jun 2026, 08:41 WIB

Segera Terintegrasi KRL, Stasiun Gambir Disiapkan Jadi Simpul Transportasi Modern

Transformasi Stasiun Gambir ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi publik di Ibu Kota.

Jakarta Utara 13 Jun 2026, 07:06 WIB

Siap-siap! Stasiun JIS Siap Layanan Penumpang Bulan Juni Ini

Kehadiran stasiun baru ini diharapkan semakin memudahkan mobilitas masyarakat, khususnya menuju kawasan JIS dan wilayah Jakarta Utara.

Metropolitan 13 Jun 2026, 06:36 WIB

Besok, CFD Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said Ditiadakan, Ada Jakarta International Marathon 2026

Peniadaan CFD ini dilakukan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan ajang olahraga berskala internasional tersebut.

Metropolitan 13 Jun 2026, 06:17 WIB

Malam Ini! Pemprov DKI Jakarta Gelar Aksi Hemat Energi Ajak Warga Padamkan Lampu Selama 1 Jam Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 sekaligus upaya nyata mengurangi emisi karbon di Ibu Kota.