AYOJAKARTA.COM-- Keluarga Brigadir Yosua Hutabarat akhirnya mendatangi Bank BNI, guna melakukan klarifikasi terhadap rekening mendiang putra kesayangannya.
Langkah ini dilakukan menyusul kegemparan yang muncul bahwa di dalam rekening Yosua terendap saldo uang yang besarannya fantastis yakni Rp 100 Triliun.
Kabar uang 100 T yang ada di rekening Yosua berawal dari munculnya surat Berita Acara Penghentian Transaksi dari pihak Bank BNI untuk rekening milik Brigadir J.
Dalam keterangan Surat Berita Acara Penghentian Transaksi pada rekening Yosua tersebut tertera nominal uang sejumlah Rp 99,99T atau nyaris 100T.
Baca Juga: Intip Fashion Kelas Atas Putri Candrawathi, Ada Tas Mewah hingga Jaket Kekinian Seharga Rp 19 Juta
Hal tersebut lantas membuat publik bahkan keluarga Brigadir Yosua bertanya-tanya, benarkan ada uang sebanyak itu di rekening sang anak.
Maka kedua orangtua Brigadir J akhirnya mencoba mendatangi pihak bank-bank terkait, dan meminta bukti rekening koran milik atas nama Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Seperti dikutip Ayojakarta.com pada kanal YouTube Kompas TV, dikabarkan bahwa pihak bank telah menyerahkan bukti cetak rekening koran rekening Yosua kepada keluarga di Jambi.
Cetak rekening koran milik almarhum Yosua, diterima oleh sang kakak Yuni Hutabarat dari pihak bank di Jambi.
Bahkan saat ini diketahui bahwa keluarga Yosua sudah menerima 4 cetakan rekening koran Bank milik Yosua.
Pihak bank menyerahkan cetak rekening koran tersebut untuk memenuhi permintaan keluarga Yosua selaku ahli waris.
Pihak bank sempat menyebut bahwa pencetakan dokumen membutuhkan waktu karena perlu kehati-hatian untuk melindungi data nasabah seta melengkapi persyaratan cetak rekening koran.
“Kita berpegang teguh kepada Good Corporate Government (GCG) dan prinsip kehati-hatian senantiasa menunjang dan menjunjung nilai-nilai GCG tersebut dan kami tetap menjaga data nasabah kami dengan sebaik-baiknya,” ujar Amri hidayat selaku Kepala BNI Cabang Wilayah Jambi.
Sebelumnya orangtua Brigadir Yosua mendatangi dua bank di Kecamatan Pasar Kota Jambi untuk meminta rekening koran putranya.
Beberapa bulan lalu orangtua Brigadir Yosua sudah mendatangi kedua bank tetapi saat itu belum bisa melihat rekening koran milik almarhum karena masih diblokir.
Orangtua Yosua ingin memastikan adanya aliran dana Rp 100 T atau 100 Triliun di rekening milik Yosua.
“Kalau nggak salah bulan 8 apa bulan 9 kami sudah kesini (bank) mengajukan meminta rekening koran, tapi oleh karena keterangan dari BNI bahwa bulan itu masih diblokir belum ada wewenang untuk membuka, jadi minggu-minggu kemarin kita juga udah kesini mereka bilang harus lapor dulu ke Jakarta. Makanya kami berfikir kok lama sekali,” ujar Samuel Hutabarat.
Untuk rekening koran pada bank Mandiri dikatakan Samuel sudah diterima oleh pihak keluarga.
“Yang di Mandiri tadi sudah keluar dari bulan lima sampai Desember,” ujar Samuel menambahkan.
Sedangkan untuk bulan satu hingga bulan empat tahun 2022, akan disampaikan menyusul oleh pihak Bank.***