AYOJAKARTA.COM--Ayahanda Brigadir J, Samuel Hutabarat menceritakan bentuk perhatian almarhum kepada keluarga saat merayakan Natal setiap tahunnya.
Samuel mengatakan tahun ini merupakan momen Natal pertama keluarga Hutabarat tanpa kehadiran Brigadir J.
Pasalnya, belum lama ini Brigadir J menjadi korban pembunuhan oleh atasannya, Ferdy Sambo.
Kepergian Brigadir J membuat momen Natal keluarga Hutabarat menjadi berbeda.
Dilansir AyoJakarta.com dari YouTube KOMPASTV pada Minggu, (25/11/2022), sang ayah menceritakan 4 bentuk perhatian Yosua saat Natal, kini tinggal kenangan.
Pertama, dijelaskan Samuel Hutabarat yakni Brigadir J membawa suasana gembira di tengah keluarga dalam menyambut Natal dan Tahun Baru.
“Anak kita ini selalu membawa suasana yang begitu gembira dalam menyambut Hari Natal dan Tahun Baru,” kata Samuel Hutabarat.
“Almarhum ini bisa menghidupkan suasana dalam menyambut Natal di tengah-tengah dan bersama adik kakaknya,” lanjutnya.
Selain itu, saat hendak pulang ke kampung halamannya di Jambi, Yosua selalu mengirim ucapan selamat natal kepada kedua orang tua, adik, dan juga kakaknya.
“Sebelum berangkat dari Jakarta ke Jambi, dia selalu mengirim ucapan selamat Natal, menanyakan kondisi orang tua, begitu juga adik kakaknya,” ungkap Ayah Brigadir J.
Sebagai umat kristiani, keluarga Hutabarat selalu bersama-sama beribadah ke Gereja untuk merayakan Natal.
Terlebih Brigadir J, tak pernah absen berkumpul bersama keluarga setiap tahunnya.
“Sampai di Bumi Bahar Jambi, kami selalu bersama mengadakan ibadah ke Gereja,” ujar Ayah Yosua.
Terakhir, bentuk perhatian Brigadir J terhadap keluarga yakni memberikan kado Natal kepada orang tua, adik, dan kakaknya.
Meski harganya tidak seberapa, namun perhatian Brigadir J memberikan kenangan yang indah bagi keluarga Hutabarat.
Baca Juga: Sosok ‘Tuhan Yesus’ di Grup WA Duren Tiga Dibongkar Ricky Rizal, Ternyata Orang Dekat Ferdy Sambo!
“Begitu juga kebiasaan yang dilakukan oleh anak-anak kami terutama Yosua, semasa hidupnya anak kita ini selalu memberikan kita orang tua, dan adik-adiknya itu hadiah Natal,” tutur Samuel.
“Memang kalau dinilai dari harganya itu tidak seberapa, tetapi dari cara almarhum untuk membikin kita, menjadi senang terhadap anak-anak, dia sangat antusias terhadap itu,” pungkas Samuel Hutabarat.***