AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini, sebuah pernyataan dari Kuat Maruf kembali menarik perhatian karena mengaku sakit hati lantaran sering dianggap berbohong dalam keterangannya.
Hal ini juga didukung fakta bahwa Kuat Maruf mendapatkan hasil poligraf yang mengindikasikan ada kebohongan yang dilakukannya.
Termasuk dengan hasil tes psikologi untuk mengukur tingkat kecerdasan, Kuat Maruf disebut-sebut memiliki hasil yang tergolong di bawah rata-rata dan lambat dalam menerima informasi
Baca Juga: Camat Labuan Banten Minta Warga Waspada Potensi Gempa Megathrust dan Tsunami! Ini Kata Dokter Tifa
Dikutip AyoJakarta dari kanal YouTube KOMPAS TV, Ahli Psikologi, Reni Kusumowardhani kemudian menyampaikan bahwa Kuat Maruf memiliki cara lain untuk bisa memahami lingkungan sekitarnya.
“Berpotensi untuk memahami keadaan di lingkungan sekitarnya, melalui nilai moral yang dia yakini dan kebiasaan yang dia alami,” jelas Reni.
“Kuat Maruf ini bukan seorang yang mudah disugesti, kepatuhannya tinggi,” ujarnya.
Berkaitan dengan hasil tes psikologi tersebut, Kuat Ma’ruf ternyata menerima secara lapang dada apabila ahli mengatakan bahwa dirinya bukan orang yang cerdas dan kemudian membuat seisi sidang tertawa lepas.
Baca Juga: Terungkap, Ini Nama Sosok Misterius Akun Tuhan Yesus Maha Baik dalam Group WhatsApp Duren Tiga
Sementara itu, Kuat Maruf bertanya kepada saksi ahli, apakah ia merupakan seorang pembohong menurut Reni Kusumowardhani.
"Kalau ibu menyimpulkan saya dibawah rata-rata, saya ikhlas bu. Yang saya tanyakan saya ini tipe orang pembohong apa tidak jujur apa gimana? Soalnya akhir-akhir ini saya sering disebut pembohong dan tidak jujur, dan saya sakit dengan bahasa itu," tanya Kuat dikutip dari Kanal YouTube KOMPASTV pada Kamis, (22/12/2022).
Reni menyatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sebelumnya, memang Kuat Ma’ruf pernah terindikasi berbohong atau tidak berkata jujur.
"Sebetulnya karena kepatuhan yang sangat tinggi dan ada di situasi keliru," terang Reni.
Mendengar jawaban tersebut, Kuat Ma’ruf menjadi yakin bahwa dirinya dinilai bukan sebagai seorang pembohong seperti yang dituduhkan.
"Padahal aslinya jujur ya buk," ujar Kuat.
Hal ini kemudian membuat seisi sidang tertawa setelah mendengar pernyataan dari Kuat Ma’ruf tersebut, termasuk Reni yang ikut tertawa atas pernyataan Kuat Ma’ruf dengan ekspresinya yang lucu.
"Kami tidak bilang bohong ya pak tidak ada indikasi manipulatif," jelas Reni.

Share this article
Ada fakta bahwa Kuat Maruf mendapatkan hasil poligraf yang mengindikasikan ada kebohongan yang dilakukannya.