Nasional

Weleh, Ternyata Menurut Ahli Psikologi Forensik Ferdy Sambo Orang yang Kurang Percaya Diri

Oleh: Admin Rabu 21 Des 2022, 18:09 WIB
Saksi ahli psikologi forensik Reny Kusumowardhani menyebut Ferdy Sambo orang yang kurang percaya diri

AYOJAKARTA.COM – Sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J hari ini, Rabu 21 Desember 2022, menghadirkan Saksi Ahli yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Salah satu Saksi Ahli yang hadir dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) adalah Reni Kusumowardhani, ahli Psikologi Forensik dari Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia.

Jaksa Penuntut Umum meminta Saks Ahli menjelaskan hasil asesmen terhadap para terdakwa dimulai dengan Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam Polri.

Menurut Saksi Ahli psikologi forensik, Ferdy Sambo memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Kemudian kemampuan abstraksi, imajinasi, dan kreativitasnya sangat baik.

Secara umum, menurut Saksi Ahli Psikologi Forensik, Ferdy Sambo memiiki cara berpikir lebih ke arah praktis dibandingkan dengan teoritis.

“Dan pola kerjanya tekun, motivasi berprestasinya tinggi untuk mencapai target yang melebihi dari target yang diberikan kepadanya. Itu secara umum,” kata Reni Kusumowardhani dalam sidang seperti ditayangkan secara langsung oleh Kompas TV.

Baca Juga: Daryono BMKG: Semua Ramalan Tentang Gempa (Megathrust) dan Tsunami Adalah Mimpi

Baca Juga: Hukum Mengucapkan Selamat Hari Natal: Benarkah MUI dan Buya Hamka Berfatwa Haram?

Dari sisi tipe kepribadian, Saksi Ahli menyebut bahwa terdakwa Ferdy Sambo adalah orang yang kurang percaya diri.

“Tipe kepribadiannya, pada dasarnya Pak Ferdy Sambo ini merupakan individu yang kurang percaya diri dan membutuhkan dukungan orang lain di dalam bertindak dan mengambil keputusan, terutama untuk hal-hal yang besar,” ujar Saksi Ahli Reni.

Jaksa Penuntut Umum kemudian menyoroti sosok Ferdy Sambo yang terkait dengan pengambilan keputusan.

“Tadi ibu mengatakan ada kebutuhan tinggi untuk dukungan dari orang lain terutama untuk mengambil keputusan besar, berisiko, penting. Apakah ini juga bisa, internally, dalam dirinya bisa terefleksikan dari bekerja sama dengan orang-orang yang dia percaya?,” tanya jaksa.

“Betul. Bisa, seperti itu bentuknya,” jawab Reni.

Menjadi Emosi Kalau Harga Diri Terganggu

Selain itu, Saksi Ahli Psikologi Forensik menyebut bahwa Ferdy Sambo menjadi emosional dan tidak terkontrol kalau harga dirinya terganggu.

“Self esteem, harga dirinya terganggu. Apabila kehormatannya itu terganggu seperti itu dan kemudian dapat menjadi orang yang dikuasai emosi,” ujar Reni.

Selain itu, Reni mengatakan emosi dari Ferdy Sambo mudah tak terkontrol, sehingga dapat melakukan suatu hal yang diinginkannya tanpa berpikir panjang.

“Tidak terkontrol, tidak dapat berpikir panjang terhadap tindakan yang dilakukan,” ucap Reni seperti dilansir laman pmjnews.com.

Jaksa Penuntut Umum lantas menggali keterangan dari Saksi Ahli tentang kondisi emosi Ferdy Sambo dikaitkan dengan profesinya sebelum ini sebagai anggota polisi.

Baca Juga: Daryono BMKG Komentari Prediksi Bakal Gempa Tsunami Besar 20 Desember – 23 Januari Dokter Tifa: Just Ilusion

Baca Juga: Info Terbaru Kartu Prakerja 2023: Gelombang 1 Dibuka Bulan Ini Nih, Cekidot

Menurut Saksi Ahli, pada dasarnya Ferdy Sambo termasuk orang yang dapat mengendalikan diri. Akan tetapi, dalam situasi yang menyangkut perihal harga dirinya, emosinya menjadi tak terbendung.

“Sudah mempunyai pengalaman yang sangat banyak di bidang Reserse itu pun tidak bisa mengendalikan emosinya. Padahal dia sehari-hari berhubungan (dengan) ‘penjahat’?” tanya Jaksa Penuntut Umum kepada Saksi Ahli Reni.

“Iya betul, dalam keadaan normal itu ada upaya-upaya rasional untuk mengendalikan diri. Tapi di dalam situasi ada hal yang memang mengganggu kondisi emosinya dan self esteem, nah ini yang kemudian bisa menjadi orang yang sangat dikuasai emosinya,” ujar Saksi Ahli Reni.

Reporter Admin
Editor Eries Adlin