AYOJAKARTA.COM – Belakangan ini ramai beredar tentang ramalan gempa megathrust dan tsunami besar di tengah seringnya terjadi fenomena alam tersebut.
Gempa terakhir yang menimbulkan banyak korban jiwa dan menyebabkan kehancuran terjadi persis sebulan lalu di Cianjur, Jawa Barat, dan sekitarnya.
Berdasarkan data Pemkab Cianjur, sampai dengan 20 Desember, gempa yang terjadi pada 21 November 2022 dengan skala Magnitudo 5,6 tersebut menelan korban 635 jiwa. Kerusakan parah terjadi di beberapa wilayah.
Para orang yang dianggap punya kelebihan dalam urusan ramal-meramal kemudian memberikan penerawangannya. Salah satunya pernah disampaikan oleh Hard Gumay. Intinya antara lain bakal terjadi tsunami pada 2023.
Ada lagi ramalan atau prediksi yang sempat disampaikan oleh pegiat media sosial yang juga seorang dokter, Tifauzia Tyassuma.
Lewat akun Twitter-nya, @DokterTifa, dia menulis bahwa bakal terjadi gempa dan tsunami besar pada 20 Desember 2022 sampai dengan 23 Januari 2023.
Baca Juga: Hukum Mengucapkan Selamat Hari Natal: Benarkah MUI dan Buya Hamka Berfatwa Haram?
Kicauan @DokterTifa yang mempunya 63 ribu lebih pengikut tentang prediksi gempa dan tsunami besar diunggah pada Jumat 16 Desember 2022. Namun, Dokter Tifa kemudian menghapus cuitannya tersebut.
Postingan seperti yang disampaikan oleh Dokter Tifa juga beredar di media sosial Facebook dan masih terpampang sampai saat ini.
“Perkiraan Gempa dan Tsunami besar terjadi antara 20 Desember 2022 sd 23 Januari 2023. Titik kejadian belum diketahui krn ada 18 titik potensi, sesuai BMKG. Semua daerah siaga. Dan berdoa semoga Allah swt melindungi kita semua dr marabahaya & malapetaka. Perkuat IRON DOME.”
Demikian tulis akun Facebook Tikotok pada 17 Desember 2022.
Terkait dengan postingan Dokter Tifa, beberapa pengguna Twitter kemudian meminta pendapat kepada akun Twittr @DaryonoBMKG.
Akun tersebut adalah milik Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono.
“valid gak info kayak gini om @DaryonoBMKG,” tanya akun @sama**** sambil menyertakan kicauan Dokter Tifa yang sudah dihapus.
“Semua ramalan gempa alalah mimpi.” Begitu jawab akun Twitter @DaryonoBMKG.
"@DaryonoBMKG apa ini benar? Saya baru tau ada komen begini. HOAX kah, Pak?"” tanya @Ubai****.
Daryono membalas singkat pertanyaan itu. “Just illusion...”
Baca Juga: Info Terbaru Kartu Prakerja 2023: Gelombang 1 Dibuka Bulan Ini Nih, Cekidot
Menjawab pertanyaan lainnya, Daryono mengatakan gempa bumi belum bisa diprediksi.
“Tidak benar kak, para ahli gempa belum bisa mempredikasi hal ini.”
Pada 2019, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengakui adanya potensi terjadinya Megathrust di Indonesia berdasarkan hasil kajian, riset, ada potensi untuk mengalami gempa dengan kekuatan lebih dari 7 bahkan sampai 8 lebih.
Potensi tersebut karena Indonesia berada di jalur cincin api dan sabuk gunung api yang berada di atas lempeng-lempeng tektonik yang aktif.
“Itu harus kita ketahui bukan untuk ketakutan karena itu namanya potensi. Potensi itu beda dengan prediksi. Kalau prediksi itu kepastiannya lebih tinggi,” kata Dwikorita menjawab wartawan usai mengikuti acara Pembukaan Rakornas BMKG di Istana Negara, Jakarta, Selasa 23 Juli 2019, seperti dilansir laman Kemenkominfo.
Jadi, Anda mau percaya saya siapa nih tentang potensi gempa besar atau megathrust dan tsunami? BMKG atau para peramal itu?***