Nasional

Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom Letusan Sekitar 1 Kilometer, Ini Imbauan Kementerian ESDM (16 Des)

Oleh: Admin Jumat 16 Des 2022, 07:26 WIB
Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom Letusan Sekitar 1 Kilometer, Ini Imbauan Kementerian ESDM

AYOJAKARTA.COM – Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Jumat pagi ini, 16 Desember 2022.

Informasi tentang erupsi Gunung Semeru pagi ini dilaporkan oleh Pusat Vulknanologi dan Mitigasi Bencana Geologi lewat akun Twitter @PVMBG_ pada Jumat 16 Desember 2022 sebagai berikut:

“Terjadi #erupsi G. Semeru pada hari Jumat, 16 Desember 2022, pukul 04:55 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 1000 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 100 detik. #PVMBG @id_magma.”

Informasi lengkap tentang erupsi Gunung Semeru disampaikan di laman magma.esdm.go.id milik Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Baca Juga: Kartu Prakerja 2023: Siap-siap Dapat Rp4,2 Juta, Berlaku Skema Normal

Baca Juga: Ingat, Minggu Depan Batas Akhir Pencairan BSU 2022, Kalau Gak Diambil BLT Subsidi Gaji Rp600 Ribu Amsyong

Baca Juga: Hakim Tertawa Saat Kuat Ma’ruf Bilang: Saya Sudah Jujur Kenapa di Poligraf atau Lie Detector Masih Berbohong

Berikut ini laporang lengkap tentang erupsi Gunung Semeru pada pagi ini:

Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Jumat, 16 Desember 2022, pukul 04:55 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 100 detik.

Rekomendasi

  1. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
  2. Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
  3. Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Reporter Admin
Editor Eries Adlin