AYOJAKARTA.COM – Ada momen yang membuat yang hadir di sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tertawa yakni menyangkut tes kebohongan atau Lie Detector lewat alat yang disebut poligraf.
Momen itu terjadi ketika terdakwa Kuat Ma’ruf diberikan kesempatan memberi tanggapan pemaparan Saksi Ahli terkait dengan Lie Detector atau ahli poligraf, Aji Febriyanto Ar-Rosyid oleh Majelis Hakim.
Dalam sidang lanjutan Rabu 14 Desember 2022 itu, Kuat Ma’ruf menanyakan kepada Saksi Ahli kenapa dia sudah berkata dengan jujur tetapi hasil Lie Detector atau ahli poligraf, Aji Febriyanto Ar-Rosyid oleh Majelis Hakim.atau poligraf menyebutkan dia berbohong.
“Bagaimana tanggapan saudara terhadap keterangan para ahli ini, apakah benar semua, apakah tidak menahu,” tanya Hakim kepada Kuat Ma’ruf.
“Terima kasih Yang Mulia. Bahwa saya sudah jujur, kalau saya tidak melihat. Tapi di poligraf, kok masih berbohong,” kata Kuat Ma’ruf sambil tersenyum seperti ditayangkan kanal YouTube Kompas TV.
Sontak jawaban Kuat Ma’ruf itu memancing ketawa Hakim dan orang yang hadir di persidangan tersebut.
Baca Juga: Info Terbaru Tentang Kartu Prakerja 2023: Segini Dana yang Bisa Kalian Bisa Terima
Sebelumnya, saksi ahli Aji menjelaskan mekanisme kerja alat poligraf dalam proses pemeriksaan dan pengambilan keterangan. Hal tersebut disampaikan saat hakim memintanya menjelaskan terkait alat poligraf dalam tes terhadap para terdakwa.
“Pemeriksaan poligraf dimulai dari permintaan penyidik. Setelah ada permintaan dari penyidik, kami selaku pemeriksa poligraf berkoordinasi dengan penyidik berkaitan isu yang kami akan dalam proses pemeriksaan. Setelah itu kami pelajari konstruksi kasusnya seperti apa, kemudian menentukan waktu, setelah itu baru dilakukan pemeriksaan,” ujar Aji.
Aji menuturkan, terdapat tiga tahapan dalam pemeriksaan poligraf. Yang pertama yakni Pre-test berupa pemeriksaan seseorang terkait riwayat kesehatan, sosial lalu penyamaan persepsi terkait kronologi kejadian.
“Tahapan kedua tahapan tes, dimulai ditandai dengan seorang terperiksa dipasang alat-alat berupa sensor. Sensor poligraf sendiri ada empat, yaitu sensor pernapasan dada, sensor pernapasan perut, sensor electrodermal, dan sensor kardiovaskular,” ucap Aji.
Baca Juga: Versi Bharada E: Putri Candrawathi Bersihkan Sidik Jari Ferdy Sambo Setelah Yosua Ditembak
“Setelah terperiksa diberikan, dipasang alat-alat kemudian diberikan pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan metode yang kita gunakan,” tambahnya seperti dilansir pmjnews.com.
Lebih lanjut, tahapan ketiga yakni proses Post-test yang berupa menganalisis grafik poligraf yang dilakukan secara tim.
“Dalam menganalisa grafik ini, kami tidak bekerja sendiri. Kami bekerja secara tim tuk menentukan apakah terperiksa ini terindikasi berbohong atau jujur,” ujarnya.

Share this article
Kuat Ma’ruf diberikan kesempatan memberi tanggapan pemaparan saksi ahli terkait dengan lie detector atau ahli poligraf.