Nasional

Kronologi Kasus Pembunuhan Keluarga Magelang, Pelaku Sempat Minta Rp30 Juta hingga Pernah Gagal Beri Racun!

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Sabtu 10 Des 2022, 16:20 WIB
Ilustrasi, satu keluarga di Magelang dibunuh oleh salah satu anggota keluarganya sendiri, pelaku pernah meminta uang Rp30 juta kepada korban.

AYOJAKARTA.COM - Satu keluarga di Magelang dibunuh oleh salah satu anggota keluarganya sendiri.

Pembunuhan itu dilakukan oleh pelaku dengan menggunakan racun yang dibeli secara Online.

Terungkap bahwa pelaku sebelumnya pernah meminta uang Rp30 juta kepada korban hingga ia lakukan percobaan pembunuhan sebelumnya yang gagal.

Baca Juga: Berpangkat Tinggi, Ricky Rizal Justru Disuruh Urus Anak Ferdy Sambo di Magelang, Hakim: Luar Biasa Memang!

Media sosial juga dipenuhi banyak komentar netizen tentang pembunuhan satu keluarga di Magelang.

Hal ini dipicu oleh banyaknya rangkaian keterangan masalah dari pihak yang berbeda-beda.

Pada Senin, 28 November 2022 ditemukannya jasad 1 keluarga di dalam rumahnya oleh warga Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Magelang.

Jasad yang ditemukan terdiri dari:

  • Seorang ayah bernama Abas Ahar (AA) berumur 58 tahun
  • Seorang ibu bernama Heri Riyani (HR) berumur 54 tahun
  • Anak pertama bernama Dhea Khairunisa (DK) berumur 25 tahun

Baca Juga: Kamaruddin Ungkap Deretan Kejanggalan Kasus Pembunuhan Brigadir J, Diduga Telah Direncanakan Sejak di Magelang

Jasad ini ditemukan oleh asisten rumah tangganya sendiri yang bernama ibu Sartinah yang datang ke rumah korban pada pukul 07.30 pagi setelah dihubungi oleh anak dari salah satu pihak keluarga yakni bernama Dhio (DDS).

"Dhio menelponnya karena bapak, ibu, kakak di dalam kamar mandi, saya disuruh nolongin tapi sudah pada pingsan semua," ujar Sartinah, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Sabtu, 10 Desember 2022.

Jadi saat sesampainya dirumah, ia menemukan ibu, bapak dan kakak sudah tergeletak di dalam 3 kamar mandi yang berbeda.

Ketiga korban ini diangkat ke kasur dengan masih keadaan bernafas. Sartinah mengira mereka hanya pingsan, jadi ia langsung memberinya kayu putih pada ketiga korban sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat.

Sesampai nya di Rumah sakit, dokter yang memeriksa para korban dinyatakan bahwa mereka sudah tidak bernyawa dan meninggal dengan secara tidak wajar.

Baca Juga: Fakta Baru Terungkap! Bharada E Akui Ricky Rizal Sudah Rencanakan Bunuh Yosua Sejak di Magelang

Kemudian kejadian itu langsung dilaporkan dan polisi bergegas menuju TKP untuk diperiksa.

Usut punya usut, polisi menetapkan Dhio Daffa Syadilla (DDS) anak bungsu dari keluarga sebagai saksi kunci. Dhio dimintai keterangannya.

Sementara itu, Polisi melakukan olah TKP, dan jasad korban dilakukan pemeriksaan autopsi.

Hasil autopsi korban ditemukan banyak sekali kerusakan organ, terdapat luka bakar pada selaput pernapasan.

Dokter menyimpulkan bahwa ketiganya meminum zat beracun dan dilihat dari cirinya termasuk racun golongan arsenik. Ternyata ditemukan di TKP terdapat sisa racun golongan arsenik di dalam  kopi dan teh.

Penyidik menemukan pengakuan bahwa Dhio (DDS) yang menjadi pelakunya. Ia memasukan racun arsenik ke dalam minuman para korban sebanyak 2 sendok.

Dhio menyatakan, bahwa dia membeli racun itu secara online. Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan keluarga Magelang ini.

Baca Juga: Bharada Richard vs Bripka Ricky Rizal Soal Ide Membunuh Yosua di Magelang dengan Menabrakkan Mobil

Diketahui, bahwa racun yang digunakan sang pelaku sangat berbahaya, sehingga bisa membunuh manusia dengan waktu 15 sampai dengan 30 menit.

Banyak tetangga, tidak menyangka sang pelaku mampu melakukan hal keji seperti ini, lantaran pelaku dinilai terlihat baik, aktif melakukan kegiatan masyarakat dan rajin ibadah.

Dhio menyatakan, alasan ia melakukan pembunuhan itu karena ia membenci para korban yang tidak memperhatikannya dan terlalu mendesakkannya untuk bekerja.

Dinyatakan, sekitar 2 bulan yang lalu Ayahnya sudah pensiun dari pekerjaannya sementara ibunya hanya ibu rumah tangga dan kakaknya baru menyelesaikan kontraknya dalam pekerjaan.

Pelaku didesak untuk mencari pekerjaan agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya pengobatan kedua orang tua, dan melunasi hutang keluarga di bank sebesar Rp500 juta.

Tetapi untuk keterangan biaya pengobatan dan hutang masih dilakukan penyelidikan kebenarannya.

Terdapat pernyataan Dhio yang mengatakan bahwa ini bukan percobaan sekalinya untuk membunuh keluarganya.

Baca Juga: Satu Keluarga di Magelang Tewas Diracun, Pelaku Sempat Masukan Zat Ini ke Minuman

Pada Rabu, 23 November 2022 ia juga pernah membeli zat berbahaya yang dibeli secara online dan dimasukkan ke dalam minuman berupa es dawet dan diberikan kepada korban.

Tetapi dikarenakan dosis yang rendah dalam zat tersebut, para korban hanya mengalami mual saja.

Pada kejadian yang kedua kalinya, pelaku mengaku bahwa dia menambahkan dosisnya agar bisa mencapai target yang dia inginkan.

Terungkapnya oleh polisi bahwa terdapat racun golongan sianida yang berada di lambung para korban dan sebotol sianida di dalam kendaraan keluarga.

Sang pelaku membeli arsenik sebanyak 10 gram dan sianida sebanyak 100 gram.

Ternyata pengakuan DDS atau Dhio tentang keterangan bahwa ia adalah tulang punggung keluarga terbantahkan.

Baca Juga: Satu Keluarga di Magelang Tewas Diracun, Pelaku Sempat Masukan Zat Ini ke Minuman

Pamannya yang bernama Sukoco menyatakan bahwa Dhio lah yang sering menghabiskan dana orang tuanya sehingga ia dinyatakan bukan tulang punggung keluarga.

Pengakuan 1 bulan yang lalu dari ibunya yang mengatakan pada pamannya bahwa Dhio sempat meminta uang sebesar Rp30 juta untuk kursus bahasa inggris.

Tapi Sukoco meminta sang ibu untuk mengecek dulu informasi kebenaran tentang kursus yang diajukan Dhio tersebut.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Tedi Rukmana