AYOJAKARTA.COM – Baru-baru ini publik digemparkan dengan kasus tewasnya satu keluarga di Magelang.
Satu keluarga di Magelang yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak perempuan ditemukan tak berdaya di kediamannya pada Senin (28/11/2022).
Korban yang merupakan satu keluarga tersebut meninggal dunia karena diracun.
Saat ditemukan, ketiga korban berada di dalam tiga kamar mandi yang berbeda.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube KompasTV, berdasarkan hasil sampel yang diambil dari organ lambung korban ditemukan adanya zat kimia.
Zat kimia yang ditemukan pada lambung korban adalah zat kimia golongan sianida.
Pelaku juga menggunakan zat kimia jenis arsenik ke dalam minuman dawet sebagai percobaan pembunuhan pertama kepada sang ibu.
Kombes Sumy Hastry Purwanti mengatakan bahwa setelah korban dilakukan otopsi, ditemukan organ-organ dalam tubuh korban sudah mengalami kerusakan.
“Dari tiga jenazah meninggal tidak wajar dan setelah kita otopsi semua dia meminum air yang ada racunnya, karena dari saluran nafas atas bibir sampai lambungnya ada merah seperti terbakar,” katanya.
Baca Juga: Benarkah Ferdy Sambo Tertawa Setelah Yosua Ditembak: Versi Bharada E vs Bripka Ricky Rizal
“Dan dari organ-organ dari otak, jantung, hati, paru-paru, juga ada tanda-tanda racun,” lanjutnya.
Kemudian Sumy Hastry juga menyampaikan terkait jenis racun yang tertelan oleh korban masih diperiksa oleh tim forensic.
Akan tetapi Sumy Hastry menegaskan jika ketiga korban meninggal karena zat beracun.
Diketahui dalang dibalik tewasnya satu keluarga tersebut adalah anak laki-laki korban.
Saat ini pihak kepolisian sudah mengamankan pelaku yang berinisial D.
Baca Juga: Ketahuan Pacaran Kelewat Batas, Anak SMP Laporkan Ibunya ke Polisi
Hingga kini polisi masih menggali keterangan dan motif pembunuhan dari pelaku.
AKBP M Sajarod Zakun menuturkan bahwa keterangan awal yang diberikan oleh pelaku adalah karena pelaku sakit hati dengan korban.
“Ini yang sedang kita gali karena motif awal yang ada adalah sakit hati. Sakit hati karena beban yang harus ditanggungnya karena yang bersangkutan pun juga tidak bekerja, orang tuanya juga baru pensiun, kakaknya sendiri pun juga tidak bekerja,” tuturnya.
“Sehingga ini menjadi rasa sakit hati kenapa hanya dia sendiri yang diberikan beban sedangkan kakaknya tidak,” sambungnya.
Kini pelaku sudah ditangkap dan mendekam dibalik jeruji besi.***

Share this article
Kombes Sumy Hastry Purwanti mengatakan bahwa setelah korban dilakukan otopsi, ditemukan organ-organ dalam tubuh korban sudah rusak.