Nasional

Gempa Jember Kurang Populer Karena di Luar Zona Megathrust Tetapi Bisa Picu Tsunami dan Gempa Dahsyat

Oleh: Admin Selasa 06 Des 2022, 18:32 WIB
Gempa Jember Kurang Populer Karena di Luar Zona Megathrust Tetapi Bisa pIcu Tsunami dan Gempa Dahsyat

AYOJAKARTA.COM – Gempa dengan skala Magnitudo paling tinggi 6,4 mengoyang daerah di Jawa Timur dengan pusat gempa berjarak 272 km dari Jember, Selasa 6 Desember 2022.

#Gempa Mag:6.4, 06-Dec-2022 13:07:47WIB, Lok:10.86LS, 113.41BT (297 km BaratDaya JEMBER-JATIM), Kedlmn:10 Km #BMKG

Disclaimer:Dlm bbrp menit pertama stlh gmp,parameter gmp dapat berubah dan boleh jadi blm akurat,kecuali tlh dianalisis ulang seismologist.

Demikian informasi yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lewat akun Twitter-nya, @infoBMKG, pada Selasa 6 Desember.

Baca Juga: Rizal Ramli Diundang Pernikahan Kaesang dan Erina Tapi Gak Bisa Datang, Begini Respons Gibran dan Kaesang

Baca Juga: Yuk Cairin BSU 2022 Rp600 Ribu di Kantor Pos, Jangan Lupa Bawa Ini Ya Saat Pengambilan BLT Subsidi Gaji

Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengingatkan agar gempa yang terjadi di Jember Jawa Timur diwaspadai.

Hal itu dia sampaikan lewat akun Twitter-nya @DaryonoBMKG dan juga Instagram-nya pada 6 Desember 2022 setelah terjadi gempa yang mengguncang Jember dan sekitarnya.

Berikut ini penjelasan Daryono tentang Gempa Jember yang merupakan jenis gempa di luar zona subduksi:

“Gempa selatan Jember Jawa Timur M6,0 kedalaman 10 km ini merupakan jenis gempa di luar zona subduksi (populer disebut 'outer rise earthquake') akibat patahnya lempeng Australia yang mulai menunjam ke bawah Jawa Timur. Tekukan lempeng ini memicu patahan turun (normal fault).”

“Sumber gempa di luar zona subduksi atau zona outer rise spt pemicu gempa selatan Jember ini, selama ini menjadi zona sumber gempa yang terlupakan padahal banyak tsunami mematikan akibat ini. Kalah "pamor" dengan zona megathrust yg sering disebut pakar, media, dan masyarakat kita.”

“Gempa di luar zona subduksi / outer rise selatan Jatim ini patut diwaspadai, meskipun di luar zona megathrust tetapi dgn mekanisme patahan turun akan dapat memicu tsunami spt gempa dahsyat Sumba 1977 yang tsunaminya menelan korban ratusan orang di Sumbawa selatan.”

Demikian penjelasan dari Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Gempa yang berpusat di 272 Barat Daya Jember, Jawa Timur, masih terus terjadi pada Selasa 6 Deember.

Baca Juga: Perwira Paspampres Mayor BF yang Bikin Panglima TNI Murka Karena Perkosa Prajurit Kostrad Disidik Puspomad

Baca Juga: Penelitian Ungkap Skenario Dalam 400 Tahun: Gempa Megathrust 9,1 M dan Tsunami 20M Akan Terjadi di Pulau Jawa

Setelah gempa dengan skala Magnutido 6,4 pada pukul 13:07, terjadi gempa susulan pada 13:49 dengan skala Magnitudo 4,3.

“#Gempa Mag:4.3, 06-Dec-2022 13:49:12WIB, Lok:10.63LS, 113.35BT (272 km BaratDaya JEMBER-JATIM), Kedlmn:10 Km #BMKG

Disclaimer:Dlm bbrp menit pertama stlh gmp,parameter gmp dapat berubah dan boleh jadi blm akurat,kecuali tlh dianalisis ulang seismologist.

Sebelumnya informasi tentang gempa di Jember dilansir akun Twitter Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), @infoBMKG, pada Selasa 6 Desember 2022:

Gempa mengguncang wilayah Jember dan sekitarnya pada Selasa 6 Desember 2022 pukul 13.07.

#Gempa Mag:6.4, 06-Dec-2022 13:07:47WIB, Lok:10.86LS, 113.41BT (297 km BaratDaya JEMBER-JATIM), Kedlmn:10 Km #BMKG

Disclaimer:Dlm bbrp menit pertama stlh gmp,parameter gmp dapat berubah dan boleh jadi blm akurat,kecuali tlh dianalisis ulang seismologist.

Sementara itu laman https://warning.bmkg.go.id/  menuliskan informasi tentang gempa Jember sebagai berikut:

Lokasi Gempa: Pusat gempa berada dilaut 284km Barat Daya Jember

Wilayah Dirasakan (Skala MMI):

III Jember, III Gubuk Mas, III Mataram, III Kepanjen, III Sumber Pucung, II Madiun, II Ponorogo, II - III Kuta, II - III Kuta Selatan, II Bantul, II Yogyakarta, II Sawahan, II Klaten, II Banyuwangi, II Karangasem

Arahan: Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat

Saran BMKG: Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

Reporter Admin
Editor Eries Adlin